Situs Berita Seputar Dunia Militer,Industri Pertahanan,Teknologi dan Dirgantara

LATMA MULTILATERAL KOMODO 2014,TNI AL KERAHKAN LEBIH DARI 15 KAPAL PERANG

Published on: Wednesday, 12 March 2014 // ,
JAKARTA -Dalam rangka kegiatan Latma Multilateral Komodo 2014, TNI Angkatan Laut akan mengerahkan lebih dari 15 kapal perang berbagai type dan jenis dari Satuan-satuan Koarmabar, Koarmatim dan Kolinlamil yang akan melaksanakan latihan bersama 16 negara dari Asean dan Asean plus  di perairan Batam serta Kepulauan Natuna dan Anambas.

Dalam latihan yang akan digelar di perairan Indonesia ini bertindak selaku Direktur Latihan Multilateral Komodo 2014 adalah Laksamana Pertama (Laksma) TNI Dr. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., D.E.S.D  yang sehari hari menjabat Komandan Gugus Tempur Laut Komando  Armada RI Kawasan Barat (Danguspurlaarmabar).

Kapal perang TNI AL yang dilibatkan dalam kegiatan tersebut, dari Koarmabar diantarannya KRI jenis Parchim yaitu KRI Teuku Umar-385, KRI Imam Bonjol-383    dan jenis Froch KRI Teluk Celukan Bawang-532, jenis kapal cepat KRI Alamang-643, dan kapal patroli KRI Sembilang-850, KRI Matacora-823, dan KRI Tarihu-829.

Dari Koarmatim KRI jenis Sigma KRI Sultan Iskandar Muda-367, KRI Sultan Hasanuddin-366, jenis perusak kawal rudal KRI Oswald Siahaan-354, KRI Yos Soedarso-353, jenis BCM KRI Arun-903, jenis LST KRI Teluk Banten-516, jenis LPD KRI Makassar-590, jenis TD KRI Soputan-923 dan kapal rumah sakit KRI dr. Soeharso-990.

Sedangkan dari Kolinlamil, KRI jenis froch KRI Teluk Hading-538, KRI Teluk Parigi-539, dan jenis kapal angkut pasukan KRI Nusanive-973 yang akan difungsikan sebagai messing bagi personel yang terlibat kegiatan di Batam.

Selain melibatkan kapal perang, TNI AL melibatkan pesawat udara jenis Helly dan Cassa TNI AL dan sea rider untuk mendukung kegiatan pengamanan dan SAR selama rangkaian kegiatan berlangsung di Batam dan sekitarnya.

Sementara itu, pada acara puncak Latma Multilateral Komodo 2014 yang akan digelar di Batam, dimeriahkan berbagai kegiatan seperti kegiatan festival maritim yang akan menampilkan pagelaran jazz, pangung prajurit, lomba memasak atau battle of chef serta kegiatan olahraga seperti triathlon, sepeda santai, lomba perahu naga dan Kirab kota.

Dalam kirab kota tersebut akan melibatkan lebih dari tiga ribu peserta dari prajurit TNI AL diantaranya anggota KRI, Drum Band AAL, Batalyon Marinir dari Kormar, terjun payung, ranpur. Selain itu melibatkan personel dari TNI AD, TNI AU, Polri, Pemda, Drum Band Sekolah-sekolah di Batam, masyarakat setempat.


Sejumlah kapal perang TNI AL dan kapal perang Negara peserta yang terlibat dalam Latma Multilateral Komodo 2014 ini  pada akhir bulan maret 2014 akan melaksanakan lego jangkar di perairan Dermaga Batu Ampar Batam.
\

KURUN WAKTU 10 TAHUN KE DEPAN INDONESIA CIPTAKAN ALUTSISTA CANGGIH

Published on: //
Dalam kurun waktu 10 tahun ke depan, Indonesia diklaim sudah dapat menciptakan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) dengan teknologi canggih. Hal ini diungkapkan Wakil Kementerian Pertahanan Letjend TNI (Purn) Syafrie Syamsuddin, di sela sela pemberian bantuan Sembako kepada masyarakat korban Gunung Kelud di Makodam V/Brawijaya, Selasa (11/3/2014) siang.

Wamen menyebut, keseriusan Indonesia dalam memproduksi Alutsista canggih, didukung pengucuran dana sekitar Rp17 triliun untuk memproduksinya. Selain itu juga diciptakan SDM (Sumber Daya Manusia) yang mumpuni dengan dibekali kemampuan termasuk mengirim perwakilan keluar negeri guna menimba ilmu tentang persenjataan canggih.
Mantan Pangdam Jaya ini menjelaskan, bahwa untuk saat ini kebutuhan Alutsista TNI-Polri kelas menengah sudah dipenuhi industri dalam negeri. Sedang untuk persenjataan berteknologi tinggi akan dapat terpenuhi dalam waktu 10 tahun ke depan.

“Untuk Alutsista kelas menengah sudah terpenuhi produksi dalam negeri. Sedang yang mempunyai persenjataan teknologi canggih, Kemenhan sudah mempersiapkan dengan mengucurkan dana belasan triliun serta menciptakan SDM yang mumpuni. Bahkan untuk saat ini kita sudah memproduksi pesawat tempur di PT DI (Dirgantara Indonesia),” terangnya.

Rencananya, Rabu (12/3/2014) besok, Presiden SBY akan meninjau pameran Alutsista di Mako Armatim Surabaya, dimana di dalamnya terdapat industri pertahanan dalam negeri.


SBY juga akan memimpin rapat komite kebijakan Industri Pertahanan, dan dalam UU mengamanatkan Presiden sebagai ketua komite yang pertama digelar ini. “Surabaya merupakan tempat pertama dilakukannya rapat komite kebijakan pertahanan negara, Bapak Presiden sebagai ketua seperti yang diamanatkan Undang-undang,” pungkas Syafrie.

PAMERAN ALUTSISTA AKAN DIGELAR DI ARMATIM SELAMA SATU HARI

Published on: Tuesday, 11 March 2014 //
Kasal Laksamana TNI Marsetio saat menjumpai sejumlah wartawan di Dermaga Armada Timur Surabaya,
Pameran alat utama sistem persenjataan (Alutsista) Rabu (12/3)mendatang akan digelar satu hari di Armada RI Kawasan Timur (Armatim) Surabaya, Senin(10/3/2014).

“Alutsista yang dimiliki TNI AL yang dipertunjukan tersebut adalah keseluruhan dari senjata yang diperoleh selama periode kepemimpinan Bapak Presiden periode 2004 – 2014, karena keterbatasan tempat nanti hanya perwakilan dari jenisnya saja,” kata Laksamana Marsetio, kepada wartawan di Dermaga Armatim, Surabaya.

Untuk diketahui pameran tersebut merupakan persenjataan serta peralatan berat yang dipertunjukan selama satu hari saja. Dimana peralatan serta persenjataan yang dipamerkan tersebut antara lain terdiri dari persenjataan dan Armada selama era kepemimpinan Presiden SBY periode 2004-2014.

Secara terpisah Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksaman Pertama menambahkan. “Untuk hari ini memang digelar gladi bersih, tetapi pada hari Rabu besok juga akan diadakan prosesi penyerahan pesawat baru CN 235 MPA jenis  Pesut (Patroli Maritim),” tukas Laksamana Pertama Untung Suropati  Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut

KUNJUNGAN KERJA SBY KE JATIM,SAKSIKAN ALUTSISTA BARU

Published on: // ,
Surabaya - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono akan kembali melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Timur mulai Selasa, 11 Maret 2014, hingga Kamis, 13 Maret 2014.

"Benar, Presiden akan melakukan kunjungan kerja di Jawa Timur," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat, Media, dan Dokumentasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur Anom Surahno, Senin, 10 Maret 2014.

Dalam kunjungannya kali ini, SBY akan menyaksikan alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru. Hal ini sesuai dengan amanat SBY dalam acara Hari Ulang Tahun TNI ke-68 pada 5 Oktober 2013. Saat itu, SBY mengatakan pemerintah pusat akan mengganti dan menambah alutsista di semua matra dan lini. Hal ini untuk mencapai tahapan kekuatan esensial minimum.

SBY dijadwalkan berangkat dari Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Surabaya, Selasa siang. Tiba di Surabaya, SBY didampingi Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan rombongan menuju Markas Komando Armada Kawasan Timur TNI AL. Mereka akan menyaksikan penyerahan secara simbolis miniatur pesawat CN 235-220 N-61 MPA oleh Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso kepada Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan Laksamana Muda TNI Rachmad Lubis.

Penyerahan miniatur diikuti dengan penandatanganan naskah serah-terima pesawat CN 235-220 N-61 MPA. Pesawat terbaru TNI AL ini sanggup melihat sasaran jarak jauh. Kekuatan pandangan jauh tersebut terletak pada forward looking infra red (FLIR) dan search radar yang diletakkan di bawah badan pesawat. 

Adanya search radar dan FLIR dengan teknologi maju ini membantu TNI AL mendeteksi kapal nelayan dari ketinggian 13.000 kaki, sehingga dapat menindak aktivitas pencurian ikan oleh kapal asing. Pesawat ini juga dapat melakukan pemantauan terhadap kapal imigran gelap yang banyak memasuki area pantai selatan Pulau Jawa.

Selanjutnya, bersama dengan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI Jenderal Moeldoko, KSAL Laksamana TNI Marsetyo, dan Panglima Komando Armatim Laksamana Muda TNI Agung Pramono, Presiden SBY akan meninjau Dermaga Madura. Di sana akan digelar alutsista TNI AL.

Dalam acara ini akan diadakan demo berupa penyebaran ranjau dari pesawat udara, penembakan RBO dari kapal, demo pembebasan sandera dengan menggunakan sea rider, dan peperangan kapal selam dengan helikopter. Hal ini dilanjutkan dengan aksi sepuluh penerjun yang  mendarat di geladak kapal. Rangkaian demo ini akan diakhiri dengan sailing pass kapal TNI AL dan flying pass helikopter Angkatan Laut.

Setelah menyaksikan demo alutsista, SBY selaku Ketua Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) akan membuka rapat KKIP di Gedung Candrasa, Surabaya. Rapat itu akan dihadiri sekitar 80 orang anggota KKIP dan pejabat terkait, termasuk Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.


SBY juga diagendakan mengunjungi Wisata Bahari Lamongan, Kabupaten Lamongan, dan Kelola Mina Laut di Kabupaten Gresik. Rangkaian kunjungan kerja akan diakhiri dengan kunjungan ke pelabuhan pendaratan ikan Kecamatan Bulu, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Di sini, SBY beserta rombongan akan melakukan peninjauan. Setelah meninjau pelabuhan pendaratan ikan, SBY akan bertolak menuju Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah.

PEMERINTAH BERHARAP INVESTASI ALUTSISTA MASUK IK-CEPA

Published on: Monday, 10 March 2014 //
Jakarta - Pemerintah menginginkan investasi dari Korea Selatan untuk pembangunan industri komponen dan mesin alat utama sistem persenjataan (alutsista) di Indonesia, dan hal tersebut diharapkan dapat masuk di perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif antar kedua negara (Indonesia-Korea Commprehensive Economic Partnership Agreement/IK-CEPA)

Menteri Perindustrian MS Hidayat selaku wakil pemimpin tim negosiator IK-CEPA di Jakarta, Senin, mengatakan selain investasi di sektor elektronik, petrokimia, baja, dan mineral dari Korsel, pemerintah juga bersepakat mengusulkan investasi dari negara produsen pesawat tempur itu di sektor komponen alutsista.

Usulan beberapa sektor sasaran investasi itu juga menjadi sikap terakhir pemerintah menjelang negosiasi ke-8 antara Indonesia dan Korsel, yang dilaksanakan sebelum Mei 2014.

"(Komponen alusista) itu investasi yang kita harapkan dari Korsel," ujar Hidayat, setelah dengan Menteri Perdagangan Muhammad Luthfi, Kepala BKPM Mahendra Siregar, dan pihak Kedutaan Besar RI untuk Korsel.

Selama ini, kerja sama Indonesia dan Korea Selatan di bidang alusista, di antaranya, berupa kerja sama mengenai pembuatan pesawat tempur yang diberi nama Korea Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX).

Indonesia memang masih mengimpor sejumlah alusista. Maka itu, dengan mengucurnya investasi untuk komponen alusista, diharapkan Indonesia dapat mengembangkan produksi alusista dalam negeri.

Namun, investasi Korsel ke Indonesia, masih terkonsentrasi di sektor industri karet, plastik, kimia, tekstil, gas, air dan baja. Menurut KBRI Seoul, pada 2013 realisasi investasi Korsel ke Indonesia adalah sebesar 2,2 miliar dolar AS, meningkat 15,7 persen dari tahun 2012, sebesar 1,95 miliar dollar AS.

"Maka dari itu, komponennya adalah bagian dari industri yang kita harapkan masuk," ujar Hidayat.

Mengenai target dan besaran investasi, baik Menperin dan Mendag Luthi mengaku belum dapat membeberkannya sebelum disepakati oleh kedua negara.

Kemenperin, dalam beberapa kesempatan, menyatakan pengembangan industri alusista, maupun komponennya memang membutuhkan modal besar dengan dukungan teknologi yang tinggi.


Di sektor lain, Korsel juga masih mengkaji untuk mengucurkan investasi seperti di bidang besi baja dan otomotif. Misalnya, untuk investasi perusahaan baja Korsel, POSCO, kedua perwakilan negara masih dalam proses perundingan.

Antara

2 KRI TIBA DILOKASI YANG DIDUGA TEMPAT JATUHNYA PESAWAT MALAYSIA AIRLINES

Published on: // ,
BATAM,— Dua dari lima kapal RI yang ditugasi membantu pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 telah tiba di sekitar perairan yang diduga tempat jatuhnya pesawat. Hal itu disampaikan Gugus Keamanan Laut Komandan Armada Barat Laksamana Pertama TNI Harjo Susmoro.

"Dua KRI, Krait dan Matacora, sudah masuk dalam lokasi yang diduga tempat jatuhnya pesawat," kata Harjo Susmoro di Batam, Senin (10/3/2014), seperti dikutip dari Antara.

Angkatan Laut Malaysia meminta asistensi dari TNI AL untuk melakukan pencarian bersama. TNI AL mengerahkan lima KRI, dua di antaranya milik Guskamla dan dua dari Gugus Tempur Laut (Guspurla).

Harjo mengatakan, pihaknya sudah mengerahkan dua KRI yang kebetulan beroperasi di sekitar Selat Malaka sejak Minggu (9/3/2014). Namun, KRI itu baru bisa memasuki wilayah perairan Malaysia sekitar pukul 00.30 WIB, setelah mendapatkan izin dari Malaysia.

Malaysia membagi 10 sektor pencarian pesawat, yaitu A hingga J di sekitar lokasi yang diduga tempat jatuhnya kapal, 280 derajat dari Pulau Penang, dengan jarak 80 mil. KRI Krait menempati Sektor D dan KRI Matacora di Sektor F.

Sementara tiga KRI lainnya masih menuju sektor pencarian. KRI Sutanto menuju Sektor J, KRI Tarihu Sektor E, dan KRI Iribva Sektor C. TNI AL juga mengirim pesawat Casa Umar 621 untuk mencari pesawat Malaysia.

Sampai saat ini seluruh armada yang ditugasi mencari pesawat Malaysia belum menemukan titik terang. "Masih nihil," kata dia.


Selain KRI dan kapal-kapal Malaysia, kapal dari Thailand juga dilibatkan dalam pencarian pesawat yang hilang itu.

Kompas

TERKAIT SANKSI TERHADAP RUSIA,JEPANG DAN AS BERBEDA SIKAP

Published on: // ,
Tokyo - Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe tidak sampai mengungkapkan dukungan jelas terkait sanksi usulan AS terhadap Rusia. Para pengamat menyatakan Abe tampaknya tidak ingin mengganggu hubungan Jepang dengan Rusia.

Abe mengadakan pembicaraan telepon dengan Presiden AS Barack Obama, Jumat (8/3) terkait krisis di Ukraina. Kedua pemimpin memastikan bahwa Jepang dan AS akan bekerja sama erat dengan mitra-mitra di dalam Kelompok G7 dalam menanggapi krisis tersebut. Obama mengupayakan pemahaman Abe dalam mengenakan sanksi-sanksi namun Abe hanya menyatakan dukungannya atas upaya Obama yang ditujukan untuk memperbaiki situasi di Ukraina.


Seorang pejabat tinggi pemerintah Jepang menyatakan mendukung upaya Obama tidak berarti Jepang akan mengikuti dengan penuh langkah AS. Jepang tampaknya khawatir bahwa jika hubungannya dengan Rusia memburuk, maka hal itu akan berpengaruh negatif pada perundingan untuk menyelesaikan sengketa atas empat pulau Jepang yang dikuasai Rusia di lepas pantai Hokkaido.

MILITER MALAYSIA MINTA BANTUAN,PANGLIMA TNI TERJUNKAN TIM KHUSUS CARI PESAWAT HILANG

Published on: // ,
JAKARTA - Pihak militer Malaysia sudah menyampaikan permintaan bantuan kepada militer Indonesia dalam upaya pencarian keberadaan pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang kontak sejak Sabtu (8/3/2014) dini hari.

Panglima TNI Jenderal Moeldoko pun langsung menerjunkan tim khusus untuk membantu militer Malaysia.

"Panglima tentara Malaysia telah berkomunikasi dan meminta bantuan kepada pemerintah RI melalui Panglima TNI, KSAL daan KSAU untuk dukungan pencarian dan pertolongan," ujar Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto dalam pesan singkat yang diterima, Minggu (9/3/2014).

Permintaan bantuan dari Malaysia pun direspons TNI. Pihak TNI segera menempatkan personel untuk bantuan upaya pencarian dan penyelematan para penumpang Malaysia Airlines.

"Unsur unsur TNI yang akan terlibat nantinya akan berkoordinasi dengan otoritas Malaysia," ucap Djoko.

Seperti diberitakan, pesawat Malaysia Airlines MH370 bertolak dari Kuala Lumpur pada Sabtu pukul 00.41 dan akhirnya hilang kontak pada pukul 02.40. Sesuai jadwal, pesawat seharusnya mendarat di Beijing pukul 06.30 waktu setempat, Sabtu (8/3/2014).  

Data paling mutakhir menunjukkan bahwa pesawat jenis Boeing 777-200 itu membawa 239 penumpang. Dari jumlah tersebut, 153 penumpang adalah warganegara China. Lalu, ada 38 penumpang warga negara Malaysia dan 7 warga negara Indonesia.

Upaya pencarian terus dilakukan dengan bantuan lintas negara mulai dari Vietnam, Indonesia, dan China. Hingga kini, belum diketahui penyebab hilangnya kontak pesawat Malaysia Airlines itu.


Sejumlah spekulasi menduga adanya keterlibatan kelompok teroris. Pihak maskapai pun masih menelusuri sejumlah nama penumpang yang ternyata diketahui membawa paspor palsu.

Powered by Blogger.

Feed!

Feed!

Feed!

Feed!

Feed!

Feed!

Teman Anda Menyarankan

  • NEW POST

  • RSS Feed!
    RSS Feed!
    Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!

    Headlines News

    Feed!

    Contact Form

    Name

    Email *

    Message *

    Cara Kerja Kapal Selam klik submerge

    Total Pageviews

    Blog Archive

    Pengikut

    Halaman Facebook