Situs Berita Seputar Dunia Militer,Industri Pertahanan,Teknologi dan Dirgantara

TNI KEMBALI KIRIM PASUKAN PERDAMAIAN KE LEBANON

Published on: Wednesday, 10 December 2014 // ,
Sejumlah prajurit TNI AL melepas keberangkatan Satuan Tugas Maritime Task Force (Satgas MTF) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXVIII/UNIFIL pada Oktober lalu.
Jakarta: TNI kembali mengirimkan pasukan perdamaian ke Lebanon. Sejumlah 1.169 prajurit ini tergabung dalam Satgas Kontingen Garuda (Konga) United Nation Interim Force in Lebanon (UNIFIL) 2014.

"Prajurit ini duta TNI dan bangsa Indonesia. Tunjukkan prajurit TNI adalah kelas dunia," ujar Penglima TNI Jenderal Moeldoko di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (10/12/2014).

Menurut Moeldoko, prajurit ini akan menjalankan misi perdamaian. Prajurit ini juga telah dilatih untuk menjalankan misi ini. Ia pun memberikan beberapa wejangan kepada pasukan ini.

"Banyak di antara teman kamu tanya 'kapan kami diberangkatan ke daerah operasi?' Semua prajurit mau berangkat. Tunjukkan kalian bisa jalankan tugas dengan baik. Do the best," pungkas dia.

Pasukan ini terdiri dari 850 personel 850 Batalyon Mekanis TNI, 75 personel Military Police Unit, 150 personel Force Protection Company, 50 personel Satgas Force Headquarter Support Unit.


Lalu, ada pula 6 personel Satgas CIMIC TNI, 18 personel Satgas Military Community Outreach Unit, 9 personel satgas Level 2 Hospital Unifil dan 11 personel Milstaf Sector East HG UNIFIL. Mereka akan berangkat pada Kamis (11/12/2014).

Metro

KRI NANGGALA KAPAL SELAM TANGGUH TNI AL

Published on: // ,
KRI Nanggala 402
TNI AL baru saja mendapat warga kehormatan baru. Kali ini Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu yang dipilih TNI AL menjadi warga kehormatan sekaligus diberi brevet Hiu Kencana di perairan Pulau Pabelokan, Kepulauan Seribu, Selasa (9/12).

Menariknya, prosesi pembaretan itu dilakukan di dalam kapal selam TNI AL, KRI Nanggala 402. Kapal selam itu rupanya adalah satu-satunya kapal selam andalan jajaran TNI AL. Armada berwarna hitam ini merupakan armada pemukul dan bisa digunakan untuk berperang.

KRI Nanggala diciptakan oleh Howaldtswerke di Jerman Barat pada 1981. Kapal selam ini termasuk type 209/1300 yang banyak digunakan oleh pasukan angkatan laut sedunia.

KRI Nanggala 402 memiliki berat selam 1,395 ton, dengan dimensi panjang 59,5 meter x lebar 6,3 meter x tinggi 5,5 meter. Kapal selam ini menggunakan 4 mesin diesel elektrik, 1 shaft yang menghasilkan 4.600 SHP, sehingga sanggup berpacu di dalam air hingga kecepatan 21,5 knot.

Berbagai penugasan KRI Nanggala 402 di antaranya pernah terlibat dalam latihan bersama dengan US Navy, dengan nama sandi Coorperation Afloat Readiness and Training/CARAT-8/02 yang diadakan pada 27 Mei-3 Juni 2002 di perairan Laut Jawa, dan Selat Bali.

"Selain itu, pernah juga ikut Latihan Operasi Laut Gabungan (Latopslagab) XV/04 di Samudera Hindia, tanggal 8 April sampai 2 Mei 2004. Di sana KRI Nanggala 402 berhasil menenggelamkan eks KRI Rakata, sebuah kapal tunda samudera buatan 1942 dengan Torpedo SUT," kata Kasubdispenum Dispenal, Kolonel Laut (P) Suradi Agung Slamet, Selasa (9/12).

Menurut Suradi, keunggulan KRI Nanggala 402 yakni mampu menghindari deteksi serta menyerang secara senyap untuk menghancurkan armada musuh. Alutsista ini pun dapat menyusup ke garis pertahanan dan memutuskan garis perhubungan laut lawan.


"Pada masa damai, kehadiran kapal selam akan memberikan dampak penangkalan atau deterrence effect. Hal ini menjadi elemen penting dalam memperkuat posisi tawar atau bargaining position negara di mata dunia," imbuhnya.

RATUSAN KAPAL ILEGAL TERDETEKSI TNI AU DI LAUT ARU

Published on: // ,
Fishing boat
JAKARTA,— Pesawat intai milik TNI Angkatan Udara Boeing 737 AI-7302 berhasil mendeteksi ratusan kapal pelaku penangkapan ikan secara ilegal yang beraktivitas di Laut Aru, Senin (8/12/2014).
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispen AU) Marsekal Pertama TNI Hadi Tjahjanto di Jakarta, Selasa, mengatakan, pesawat yang dilengkapi dengan kemampuan foto udara tersebut diterbangkan atas permintaan Kemenko Kemaritiman yang menduga banyaknya penangkapan ikan secara ilegal di perairan tersebut.

Menurut dia, Boeing 737 tersebut diterbangkan ke sasaran dengan rute Merauke-Laut Arafuru-Merauke dengan nama operasi "Sayap Maleo 2014", dan berhasil merekam kegiatan kapal-kapal itu di perairan Laut Aru.

Pesawat intai yang dipiloti oleh Kapten Pnb Hendro Sukadani tersebut, kata dia, menangkap obyek ratusan kapal ukuran besar tengah melakukan aktivitas mencurigakan. Setelah mengidentifikasi secara visual, terlihat bahwa kapal-kapal tersebut menggunakan bendera Merah Putih untuk menyamarkan identitasnya.

"Identifikasi dan hasil foto target kapal tersebut segera dilaporkan ke Kemenko Kemaritiman untuk tindakan selanjutnya," ucap Hadi.

Di tempat terpisah, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu pun mengaku tak gentar menghadapi kapal-kapal pencuri ikan walau bentuknya besar, dan yakin bahwa TNI mampu menenggelamkannya.

"Mau sebesar apa pun (kapalnya) kalau maling ya diselesaikan. Kalau mencuri terus, tidak ada surat-surat, kemudian berulang kali diingatkan, dilepaskan mencuri lagi, ya ditenggelamkan saja," tekan Ryamizard seusai acara pengangkatannya sebagai Warga Kehormatan Korps Marinir di Bumi Marinir, Cilandak, Jaksel, Selasa.

Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa sebelum kapal asing pencuri ikan ditenggelamkan, awak-awak kapal tersebut terlebih dahulu dievakuasi.

"Jangan sampai ada pihak-pihak tertentu yang salah kaprah dengan menilai kapal pencuri ikan ditenggelamkan bersama awak kapalnya," tuturnya.

Ia yakin kekuatan kemaritiman Indonesia melebihi negara-negara tetangga sehingga bisa menanggulangi pencurian ikan.

"Kapal kita cukup dibanding negara tetangga. Kita kan nomor 19 di seluruh dunia, nomor 9 di Asia Pasifik. Berarti kan di negara tetangga, kita yang baik saat ini. Tentara dibuat untuk menjaga kedaulatan. Diberdayakan, harus. Ingat ya, di dunia ini ada 3 negara besar yang punya marinir kuat, salah satunya Indonesia," sambung Ryamizard.

Menhan mengatakan akan terus meningkatkan keamanan kemaritiman Indonesia, mengingat perairan Indonesia yang sangat luas sehingga banyak sekali terjadi pencurian ikan oleh nelayan-nelayan negara tetangga.

"(Keamanan kemaritiman Indonesia) ke depan juga pasti, setiap tahun pasti ditingkatkan, pasti dimodernisasi, pasti itu, karena itu tugas kita. Hampir seluruhnya (perairan Indonesia rawan pencurian ikan), terutama di bagian Timur. Indonesia Timur itu lautnya mampu menghidupi separuh penduduk dunia. Bayangkan, begitu banyak ikannya," tutur Ryamizard.

Terkait kapal-kapal milik nelayan Vietnam yang diledakkan oleh TNI AL beberapa waktu lalu, Ryamizard memastikan hubungan diplomasi antara Indonesia dan Vietnam masih tetap baik.

Peledakan kapal dilakukan sebagai tindakan hukum atas pelanggaran oknum nelayan di wilayah Indonesia, bukan terhadap pemerintahnya.


"Kita tetap bersahabat dengan Vietnam, dengan siapa saja negara-negara ASEAN. Ikatan ASEAN tetap harus kuat. Akan tetapi, namanya maling, jangankan Vietnam, orang kita sendiri kalau maling ya ditangkap," ujarnya.

Kompas

INS VIKRANT

Published on: Tuesday, 9 December 2014 // ,

Vikrant
INS Vikrant adalah kapal induk pertama India yang diproduksi oleh industry pertahanan dalam negeri India.Kapal ini menjadi kapal perang terbesar yang pernah dibangun di India.Pengembangan Kapal induk ini merupakan tingkat tinggi dari kemandirian India dalam industry  pertahanan.Saat ini hanya 4 Negara didunia yang mampu membuat Kapal induk ukuran besar diantaranya AS,Inggris,Perancis dan Rusia.
 http://informasialutsista.blogspot.com/
Pembuatan dimuali pada tahun 2005,awalnya direncanakan mulai memasuki layanan pada 2014 namun karena keterlambatan Kapal ini akan ditugaskan pada 2018.Tidak hanya satu India juga tengah menmbangun kapal kedua dari kelas yang sama.
 http://informasialutsista.blogspot.com/
Vikrant dapat mengangkut 36 pesawat dan helicopter,17 dari mereka akn disimpan di hangar dan sisanya di dek.terdapat dua buah lift,dilengkapi juga dengan sky jump yg terpasang di landasan pacu.
Pesawat tempur merupakan senjata utama dari Vikrant dan ini didukung dengan MIG29K Rusia dan Sea Harrier.MIG29K multirole fighter akan menjadi pesawat superioritas udara  dan serangan darat.
Untuk helicopter,kapal induk ini akan membawa Ka 31 Rusia,Ka 28 anti kapal selam, HAL Dhruv utility helicopters,dan helicopter dari jenis lainnya.
 http://informasialutsista.blogspot.com/
Senjata defensive Vikrant mencakup rudal pertahanan udara jarak jauh Israel.dilengkapi juga dengan AK-630 close-in weapon systems Rusia dan juga 4 buah senjata Angkata  Laut ukuran 76 mm.
Vikrant menggunakan system propulsi konvensional memiliki jangkauan sekitar 8000 mil laut.
INS Vikrant akan bergabung dengan INS Vikramaditya dan India akan menjadi Negara yang mengoperasikan dua kapal induk modern dan besar.


Entered service expected in 2018
Completement (with aircrew) 1 600 men
Sea endurance ?
Range 15 000 km
Dimensions and displacement
Length 253 m
Beam 60 m
Draught 35 m
Flight deck length ?
Flight deck width ?
Hangar deck length ?
Displacement, standard ?
Displacement, full load 40 000 tons
Propulsion and speed
Speed 28 knots
Gas turbines 4 x LM 2500
Aircraft
Airwing up to 36 aircraft and helicopters
Fixed wing MiG-29K, HAL Tejas, Sea Harrier
Helicopters Ka-31, Ka-27, HAL Dhruv
Armament
Missiles ?
Artillery 4 x 76-mm guns
CIWS AK-630









.
photo 01 photo 02 photo 03 photo 01

TIONGKOK PAPARKAN MISI KE MARS PADA 2020

Published on: //
Mars
Beijing  - Badan Iptek Antariksa Tiongkok berencana menempatkan kendaraan robotik atau rover di Mars pada 2020, guna melengkapi misi pembangunan stasiun luar angkasa di planet itu pada 2022.

Ketua China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC) Lei Fanpei dalam paparan singkat yang dirilis media di Beijing, Selasa menyebutkan studi kelayakan untuk membangun stasiun luar angkasa di Mars terus dilakukan dan telah selesai.

"Ini merupakan misi pertama ke Mars. Guna melengkapi misi tersebut, kami berharap dapat menempatkan rover di Mars pada 2020, dan bisa membangun stasiun luar angkasa di sana pada 2022," ujarnya.

Fan Lei mengatakan sebelum menempatkan kendaraan robotik di Mars guna mengetahui kondisi di planet merah tersebut, pihaknya akan melakukan misi orbiter di orbit Martian pada 2020, menggunakan roket Long March-5.

"Peluncuran akan dilakukan di Pusat Peluncuran di Hainan," ujarnya menambahkan.

Beberapa tahun lalu, Tiongkok telah berhasil meluncurkan rover yang dikenal dengan Yutu. Rover ini sukses mendarat serta menjelajahi permukaan bulan.


Sebelum mewujudkan misi tersebut, Tiongkok sudah mengagendakan misi penelitian asteroid yang berada di dekat Bumi, Venus, Jupiter, kemudian Mars dengan roketnya.

Antara

MOSKOW SESALKAN SERANGAN UDARA ISRAEL TERHADAP SURIAH

Published on: // ,
F-16 
Moskow  - Moskow sangat prihatin atas laporan-laporan serangan Angkatan Udara Israel terhadap fasilitas-fasilitas di Suriah, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Alexander Lukashevich Senin.

"Moskow menyuarakan keprihatinan yang mendalam atas perkembangan peristiwa yang berbahaya itu. Keadaan mereka harus diperjelas. Dalam kasus apapun dapat dipastikan bahwa penggunaan kekuatan tidak dapat diterima dalam hubungan antar-negara dan layak tidak disetujui," katanya, lapor TASS.

"Hal ini penting untuk mencegah risiko tambahan yang mengacaukan situasi yang sudah sangat tegang di Suriah dan di wilayah Timur Tengah secara keseluruhan," kata Lukashevich.

Pada Minggu kantor berita SANA mengatakan mengutip wakil pemerintah Suriah bahwa pesawat-pesawat tempur Israel telah meluncurkan serangan-serangan udara pada fasilitas-fasilitas sipil di dekat ibu kota Suriah Damaskus.


Menurut wakil pemerintah, serangan-serangan udara itu diluncurkan pada kabupaten-kabupaten di wilayah Dimas dan di sekitar bandara internasional ibu kota Suriah Damaskus. (AK)

(ANTARA News)

TNI AL KEMBALI TANGKAP 2 KAPAL ASING

Published on: // ,
Ilustrasi fishing boat
Surabaya - Lagi, kapal perang TNI AL menangkap dua kapal ikan asing. Kapal ikan berbendera Papua Nugini diamankan KRI Abdul Halim Perdanan Kusuma-355 di perairan Maluku.

Dari rilis yang dikirim Dispen Armatim, Senin (8/12/2014), saat ini kedua kapal ikan tersebut sedang dikawal menuju Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IX Ambon.

"Kedua kapal ikan asing dipergoki menangkap ikan secara ilegal di perairan yurisdiksi Indonesia itu, KM Century 4 dan KM Century 7. Jumlah ABK 62 orang semuanya warga negara asing," kata Kadispenarmatim Letkol Laut (KH) Abdul Kadir.

Kapal Century 4 memiliki bobot 250 GT dan bertolak dari Pelabuhan Bangkok tersebut dinakhodai oleh Thanaphom Pamnisti. Setelah diadakan pemeriksaan, kapal yang berisi muatan 43 ton ikan campuran itu tidak memiliki surat izin penangkapan ikan di perairan Indonesia.

Untuk KM Century 7 menurut Letkol Laut Abdul Kadir, memiliki bobot 200 GT, dengan jumlah ABK 17 orang semuanya warga negara asing. Kapal yang dinakhodai Thong Ma Lapho ini bertolak dari Pelabuhan Bangkok. Setelah diadakan pemeriksaan, nakhoda kapal yang berisi muatan 20 ton ikan tersebut juga tidak bisa menunjukkan dokumen lengkap.


"Kedua kapal ikan asing tersebut tidak dilengkapi dokumen lengkap pada saat menangkap ikan di perairan yurisdiksi Indonesia. Maka ke dua kapal tersebut saat ini sedang kita kawal ke Pangkalan TNI AL terdekat, yaitu ke Lantamal IX Ambon," pungkas Kadispenarmatim.

Detik

ANGGARAN KHUSUS UNTUK EMPAT TAHUN KEDEPAN,INDONESIA DI TARGETKAN CIPTAKAN PESAWAT TEMPUR DAN TANK

Mock up pespur KFX Korsel
Pengembangan teknologi alat utama sistem persenjataan (alutsista) menjadi prioritas pengkajian teknologi selama empat tahun mendatang. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mendapatkan tugas untuk menciptakan alutsista tingkat tinggi, selama periode Kabinet Kerja.

Kepala BPPT Unggul Priyanto menuturkan, tugas pengembangan teknologi alutsista itu merupakan hasil kordinasi penyusunan rencana kerja dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

“Bukan pesanan khusus dari Presiden Jokowi. Tetapi ini program pemerintah unggulan,” jelasnya di Jakarta kemarin.

Unggul mengatakan hasil koordinasi dengan dengan Bappenas itu, mereka diminta untuk mengkaji teknologi pembuatan kapal tempur, middle tank, dan radar untuk pertahanan.

“Akan disiapkan anggaran khusus untuk empat tahun ke depan,” tandasnya. Namun Unggul belum bisa merinci besaran anggaran untuk proyek raksasa itu.

Jika ketiga proyek pembuatan alutsista berjalan mulus, Unggul mengatakan sebagai pencapaian penting. Selain untuk menjaga kedaulatan bangsa, juga bisa mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap perlengkapan tempur buatan luar negeri.

Menurut Unggul kemampuan peneliti Indonesia cukup mumpuni untuk menciptakan teknologi pembuatan middle tank dan pesawat tempur. Yang perlu dikawal terus adalah keseriusan pemerintah untuk mewujudkan program penguatan alutsista itu.

Dalam paparan akhir tahunnya itu, Unggul juga mengatakan BPPT bersama PT Dirgantara Indonesia (DI) telah berhasil menciptakan pesawat udara nir awak (PUNA) atau drone yang diberi nama Wulung. Unggul mengatakan perkembangan terkini PT DI sudah membuat tiga unit PUNA Wulung.

“Rencananya tahun depan ada lima pesanan lima unit PUNA Wulung lagi,” paparnya. Sehingga rencana membentuk satu skuadron (12 unit pesawat) PUNA Wulung dapat segera terwujud.

Powered by Blogger.

Feed!

Feed!

Feed!

Feed!

Feed!

Feed!

Teman Anda Menyarankan

  • NEW POST

  • RSS Feed!
    RSS Feed!
    Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!

    Headlines News

    Feed!

    Find Us On Facebook

    Unordered List

    Recent Posts

    Contact Form

    Name

    Email *

    Message *

    Cara Kerja Kapal Selam klik submerge

    Total Pageviews

    Blog Archive

    Pengikut

    Halaman Facebook