KAPAL SELAM

Kapal selam adalah sebuah kendaraan air atau kapal yang bergerak di bawah permukaan air, umumnya digunakan untuk tujuan tertentu namun umumnya orang mengetahui kapal selam identik dengan kepentingan militer. Sebagian besar Militer dari Angkatan Laut memiliki dan mengoperasikan kapal selam sekalipun jumlah dan populasinya masing-masing negara berbeda. Selain digunakan untuk kepentingan militer,di era modern ini kapal selam juga sering digunakan untuk kepentingan ilmu pengetahuan kapal selam ini digunakan dilaut,sungai besar,rawa,danau dan tempat tempat yang mempunyai kedalaman tertentu dimana kapal selam dapat beroperasi.kapal selam membantu manusia melakukan eksplorasi ke tempat dimana manusia tidak dapat menjangkau kedalaman air.Kapal selam untuk pengamatan lingkungan biasanya digunakan oleh para ilmuwan seperti gambar dibawah ini;





SEJARAH KAPAL SELAM 


Sejak abad pertengahan, para penemu atau ilmuwan di Eropa sudah mulai memikirkan bagaimana membuat kapal yang dapat menyelam dan timbul lagi dengan usahanya sendiri. Kapal tersebut nantinya akan digunakan untuk kepentingan peperangan maupun sekedar mengamati kehidupan di dalam laut.

Pada tahun 1465 seorang penemu bernama Keyser dari Nuremberg, Jerman dilaporkan sudah mampu merancang sebuah perahu yang dapat menyelam dalam air. Lalu pada tahun 1578 seorang ahli matematika bernama William Bourne, merancang sebuah kapal yang dilapisi oleh kulit kedap air. Karena waktu itu belum dikenal adanya mesin, maka kapal ini bergerak menggunakan dayung serta dilengkapi dengan tangki-tangki yang dapat diisi air dan di kosongkan lagi agar kapal dapat mengapung. Namun sayangnya rancangan ini tidak diwujudkan secara nyata, melainkan hanya di tuangkan dalam buku Inventions of Devices.

Kemudian pada tahun 1620, Cornelis Drebbel berkebangsaan Jerman, membuat kapal selam yang berbentuk seperti dua perahu yang di susun dan di tutup dengan kulit agar kedap air. Kapal ini berhasil menyelam sedalam 360 sampai 450 cm dengan didayung oleh 12 orang. Lubang-lubang dayungannya juga dibuat sedemikian rupa sehingga tidak kemasukan air.

Pada tahun 1680 Giovanni Alfonso Borelli dari Italia juga merancang kapal selam yang digerakkan dengan dayung dan memakai kantung-kantung pengapung dari kulit kambing. Namun rancangan itu baru terwujud ketika Nethaniel Symons meniru rancangan Borelli pada tahun 1747 dan mengujinya di Sungai Themes. Kapal ini mampu bertahan di dalam air selama 45 menit.

Pada tahun 1775, David Bushnell membuat sebuah kapal selam yang diberi nama Turtle (Penyu). Kapal selam ciptaannya berbentuk seperti telur, dan terbuat dari kayu. Kapal selam yang digerakkan menggunakan mesin uap mulai ditemukan oleh Robert Fulton pada tahun 1799. Kapal yang berukuran 7,4 m dan berbentuk seperti cerutu ini mampu menyelam selama 6 jam dan membawa empat orang awak di dalamnya.



Pada tahun 1850, Wilhelm Bauer menghasilkan kapal selam bergelar Brandtaucher (Penyelam Api) dan tahun 1855 menghasilkan kapal selam Seateufel (Setan Laut) sepanjang 52 kaki untuk tentara laut imperial Rusia. Pada tahun 1886 diluncurkan sebuah kapal selam buatan Spanyol yang menggunakan dua motor elektrik 30 tenaga kuda. Selanjutnya, Perancis meluncurkan Gymnote (Belut) pada April 1887.

Kapal selam yang lebih maju lagi dimiliki oleh Angkatan Laut Amerika Serikat pada tahun 1900. Kapal yang panjangnya 1.590 cm, dijalankan dengan tenaga mesin bensin dan listrik ini diberi nama Holland, sesuai dengan nama penemunya John PG Holland. Karena merupakan bagian peralatan militer, kapal ini dilengkapi dengan persenjataan, di antaranya adalah torpedo. Pada tahun 1906, pihak Jerman mulai menggunakan kapal selam bermesin diesel untuk pergerakan di permukaan air. 


KAPAL SELAM MILITER

Kapal selam militer digunakan untuk kepentingan perang atau patroli laut suatu negara, berdasarkan jenisnya setiap kapal selam militer selalu dilengkapi dengan senjata seperti meriam kanon, torpedo, rudal penjelajah / anti pesawat dan anti kapal permukaan,adalah Jerman yang memiliki kapal selam yang populer dengan sebutan U-Boat atau Unterseeboot, mulai beroperasi dalam Perang Dunia I sebagai sistem senjata yang mematikan bagi Angkatan Laut lawan terlebih-lebih pada Perang Dunia II. Sehingga terkenal dengan sebutan U-Class. Selain Jerman, negara yang populer menggunakan kapal selam sebagai kekuatan utama Angkatan Laut adalah Uni Soviet/Rusia.dalam abad meodern kapal selam dapat di instal dengan senjata-senjata berat diantaranya rudal balistik antar benua dengan hulu ledak nuklir,kimia,biologi,maupun bom konvensional.


Dari segi propulsi kapal selam terbagi menjadi dua jenis


   >Kapal Selam Diesel Elektrik

        Kapal selam diesel elektrik adalah sistem penggerak kapal selam tertua yang masih digunakan sampai saat ini. Sistem propulsi ini begitu handal sehingga negara pemilik kapal selam nuklir pun masih merasa perlu memiliki kapal selam diesel elektrik. Dari 5 negara pemilik kapal selam nuklir hanya Amerika Serikat yang tidak menggunakan sistem propulsi ini. Dalam keadaan tertentu , kapal selam jenis ini lebih mematikan daripada kapal selam nuklir.

    >Kapal Selam Nuklir

Munculnya Kapal Selam Nuklir Sekitar enam bulan sebelum pecahnya PD II, pada Maret 1939 Dr George Pegram dari Columbia University, New York, mengusulkan kepada Angkatan Laut AS ( US Navy ) untuk mengembangkan pemakaian uranium sebagai sumber daya, termasuk untuk menggerakkan turbin kapal selam. Angkatan Laut tertarik dan memulai riset. Tetapi setelah pengboman Pearl Harbour dan AS terlibat dalam perang, semua material yang berkaitan dengan tenaga atom ditarik, dipusatkan untuk " Proyek Manhattan " guna pembuatan bom atom pertama ( Little Boy dan Fat Man )


U-BOAT


U-Boat  Nazi Jerman

U-Boot (dalam bahasa Inggris disebut sebagai U-boat) singkatan dari Unterseeboot adalah sebutan dari kapal selam Jerman yang menjadi lawan mematikan bagi kapal-kapal sekutu selama Perang Dunia I dan II. Pada PD II tercatat pertempuran laut antara U-Boot melawan kapal-kapal sekutu banyak terjadi di Samudera Atlantik.


Sejarah U- Boat

Perang Dunia I



H. L. Hunley



Ketertarikan penggunaan kapal selam untuk tujuan perang mulai meningkat dengan digunakannya kapal selam H. L. Hunley tahun 1864 pada Perang Saudara Amerika. Kekaisaran Jerman semula tidak menaruh minat untuk itu. Pada tahun 1897 dilakukan usaha pembuatan kapal selam olah Howaldt di Kiel atas biayanya sendiri yang kemudian pada tahun 1902 dianggap gagal dan dijadikan besi tua. Satu dasawarsa kemudian pengembangan kapal selam terutama ditujukan untuk kepentingan militer.




Pada tahun 1902 di Jerman dibuat sebuah purwarupa kapal selam percobaan 200 ton bernama Forelle dan diuji secara intensif. Kapal selam ini menjadi daya tarik tersendiri dan kemudian dibuat tiga buah kapal selam lagi untuk diekspor ke Rusia. Setelah dipertimbangkan juga untuk membuat satuan kapal selam militer bagi Jerman yang kemudian diserahkan kepada Gustav Berling untuk merancang dan membuat kapal selam. Berling meminta bantuan galangan kapal Germaniawerft di Kiel. Rancangannya berdasarkan tiga kapal selam sebelumnya yang diekspor ke Rusia dengan perubahan penting yang menunda penyerahannya. Baru pada April 1905 pembuatannya dimulai. Pembaruan penting terutama berhubungan dengan tekanan badan kapal, penyusunan horisontal tabung torpedo dan motor penggerak yang menggunakan bahan bakar kerosin yang belum selesai dibuat. Pada 14 Desember 1906 setelah banyak pengujian, kapal selam Angkatan Laut Kekaisaran Jerman SM U 1 (Seiner Majestät Unterseebot 1) mulai digunakan dalam dinas.



SM U 1 (Seiner Majestät Unterseebot 1)

Dengan dimulainya perang dunia pertama, kapal selam mula-mula digunakan sebagai kapal selam dagang (Handels-U-Boot) atau digunakan untuk tujuan-tujuan militer terutama pada angkatan laut Kekaisaran Jerman (juga oleh angkatan laut Inggris).

Kemampuan kapal selam belum benar-benar digunakan pada waktu perang dunia pertama. Diakibatkan terutama dari sedikitnya baterei dan oksigen yang dapat di bawa sehingga kapal selam tidak dapat berlama-lama di dalam air. Ketiadaan perhubungan radio mengakibatkan kapal selam waktu itu harus melakukan penyerangan sendiri-sendiri. Kebanyakan kapal selam berlayar tidak terlalu jauh dari pantai dan lebih banyak melakukan aktivitas sampingan seperti menyebarkan ranjau daripada mentorpedo kapal. Banyak kapten kapal selam lebih menyukai beraksi di permukaan daripada di dalam air.

Bagaimana pun banyak keberhasilan yang dicapai kapal selam selama perang dunia pertama. Hal ini terutama diakibatkan angkatan laut Inggris belum memiliki cara untuk melindungi kapal-kapal dagangnya pada permulaan perang. Banyak konvoi kapal yang menjadi korban dari serangan kapal selam. Pada akhirnya pihak sekutu menggunakan bom dalam. Senjata ini menjadi ancaman yang serius bagi kapal selam pada waktu perang dunia kedua.

Aksi U-Boot yang terkenal pada perang dunia pertama adalah aksi penyerangan terhadap kapal RMS Lusitania oleh kapal selam U-20 pada tahun 1915 yang menewaskan 1198 orang, 123 sampai 128 orang di antaranya merupakan warga negara Amerika, sehingga Amerika memutuskan untuk ikut berperang di pihak sekutu.

RMS Lusitania

Setelah perang dunia pertama di bawah Perjanjian Versailles, angkatan laut Jerman dibatasi. Di masa ini, terutama di Belanda dan Inggris, teknologi kapal selam mengalami kemajuan yang pesat.

Perang Dunia II

Adolf Hitler
Pada awal perang dunia kedua, kapal selam Jerman meraih keberhasilan yang besar walaupun kapal selam yang ada hanya berjumlah 53 unit dengan keterbatasan teknis dan logistik. Keberhasilan ini menyakinkan Hitler yang semula skpetis untuk menyetujui program pembangunan kapal selam yang lebih kuat.

Panglima teertinggi armada kapal selam AL Jerman (Kriegsmarine) Admiral Karl Donitz. Kenapa Jerman pada waktu meletusnya PDII hanya memiliki 53 unit. Kesalahan tak sepenuhnya ada di Kregsmarine, karena program pembangunan kekuatan bawah permukaan Nazi dilakukan menurut "buku putih" rencana pengembangan armada yg mengasumsikan konflik senjata berskala besar tak akan terjadi sampai pertengahan 1940, kenyataannya pemimpin tertinggi Nazi Adolf Hitler terlalu cepat menabuh genderang perang.

Pabrik U-boat
Total U-Boot yg dibuat selama perang dunia kedua adalah 1.100 unit, sekitar 16 type. Dari jumlah itu 458 unit tenggelam dalm pertempuran di Samudra Atlantik. Korban kapal tenggelam di pihak sekutu akibat serangan u-boot di seluruh penjuru dunia mencapai lebih dari 10 juta ton. Berdasar pengalaman pada perang dunia pertama, kapal selam dirancang untuk penyerangan malam di atas permukaan dan masih dilengkapai dengan baterei berkapasitas rendah menyebabkan kapal selam tidak dapat melaju dengan cukup cepat di bawah permukaan air. U-Boot Tipe XXI adalah kapal selam pertama yang dirancang untuk melaju lebih cepat di bawah permukaan air daripada di atas permukaan dan, dengan snorkel serta kemampuan untuk melaju dengan sunyi (Schleichfahrt), dapat menyelam lebih lama.

U-Boot mencapai masa kejayaannya antara tahun 1939-1942 dengan menenggelamkan banyak sekali kapal sekutu sehingga angkatan laut Inggris sempat diambang kekalahan pada tahun 1942. 


HMS Courageous 17 September 1939 terkena serangan U boat

Baru setelah ditemukannya radar dan dipecahkannya kode Enigma oleh para ilmuwan sekutu, U-Boot mengalami kemunduran bahkan terbalik dari pemburu bawah laut menjadi yang diburu oleh pesawat anti kapal selam dan kapal perang sekutu. Hampir seluruh U-Boot akhirnya berhasil dikirim ke dasar laut oleh sekutu pada akhir Perang Dunia II.


U-118 under attack by aircraft from USS Bogue (CVE-9), June 12, 1943


Komandan U-Boat yang melegenda selam PD II

1.Otto Kretschmer

    
Otto Kretschmer Komandan U-Boot yang melegenda selama Perang Dunia II


Dianggap sebagai komandan U-Boot paling sukses dengan menenggelamkan 47 kapal milik sekutu dengan total tonase 274.333 ton dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun (September 1939- Maret 1941). Sepanjang kariernya Kretschmer memimpin tiga kapal selam U-Boot, yaitu U-35, U-23, dan U-99. Dijuluki „Otto den Schweigsamen“ atau Silent Otto (karena kepiawaiannya menjalankan U-Boot nyaris tanpa suara) dan mendapat medali khusus Ritterkreuz zum Eisernen Kreuz mit Eichenlaub und Schwertern dari Kriegsmarine.

Otto Kretschmer meninggal dunia pada tanggal 5 Agustus 1998 karena kecelakaan kapal saat merayakan ulang tahun pernikahannya yang ke-50.

 2.Wolfgang Lüth




Dalam 17 Operasi selama 609 hari di laut dengan U 9, U 138, U 43 dan U 181 menenggelamkan 47 kapal dengan tonase bobot mati 225.755. Bersama Albrecht Brandi menjadi komandan U-Boot yang dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub, Schwertern und Brillanten.


3.Günther Prien




Dengan U-Boot 47 nya (U-47), sukses menenggelamkan kapal perang Inggris HMS Royal Oak di pangkalan Scapa Flow pada tanggal 14 Oktober 1939. Hasil ini dianggap sangat brilian karena berhasil menerobos masuk ke dermaga yang sangat dijaga ketat oleh Angkatan Laut Inggris, kemudian kembali dengan selamat ke Jerman. Dilaporkan Hitler sendiri yang menyematkan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada Günther Prien. Total ia telah menenggelamkan lebih dari 30 kapal milik sekutu dengan total tonase sekitar 200.000.

U-47 dinyatakan hilang pada tanggal 7 Maret 1941 dan sampai dengan hari ini, tidak penjelasan yang rinci tentang apa yang terjadi pada U-47 beserta 45 orang awaknya.


U-47

    4.Erich Topp





Total 34 kapal dengan tonase bobot mati 200.000 yang berhasil ditenggelamkan. Mendapatkan penganugerahan Ritterkreuz zum Eisernen Kreuz mit Eichenlaub und Schwertern.

5.Joachim Schepke





Dianugrahi penghargaan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub, adalah kapten U-100. Selama perang menenggelamkan 37 kapal sekutu dgn bobot lebih dari 130.000 ton, sayang keberuntungan kurang berpihak padanya. Pada pertengahan Maret 1941 di wilayah perairan islandia dua destroyer AL lnggris HMS Vanoc dan HMS Walker berhasil memaksa muncul U-100 ke permukaan, dan entah sengaja atau tidak HMS Vanoc menabrak U-100 menyebabkan sang Kapitänleutnant yg berada di anjungan terjepit dan tenggelam bersama U-100.



KAPAL SELAM MILITER MODERN


VIRGINIA CLASS ( AMERIKA SERIKAT )

AS masih terus memproduksi mesin perangnya walaupun perlombaan senjata bisa mengancam perdamaian dunia. Pembangunan kapal selam nuklir terbaru jenis Virginia (Virginia-class atau V-Class) telah disetujui oleh Komite Pengadaan Anggaran Pertahanan Kongres AS (HDAC), konon kapal ini diklaim tercanggih di dunia. Hal ini disebabkan ini untuk kali pertama dalam 100 tahun, kapal ini menerapkan teknologi sonar sebagai pengganti periskop.
Spesifikasi kapal selam V-Class merupakan pengembangan kapal jenis Trident dan Seawolf yang memaksimalkan teknologi sonar yang dibangun di galangan General Dynamics Electric Boat Division (GDEBD) Washington, ini dilaporkan oleh harian Courant-Times. Of course, kapal nuklir ini ditujukan mendukung militer AS dalam penerapan teknologi rudal balistik.

Virginia Class di Galangannya


Teknologi kapal V-Class menjadi terobosan pertama sejak AS membuat kapal selam berperiskop 100 tahun silam. Dengan teknologi sonarnya, V-Class bisa memindai dan memetakan dasar laut, daratan dan obyek dalam radius puluhan kilometer. V-Class akan membawa 150 rudal Tomahawk dan rudal balistik yang menjangkau sasaran di daratan.

Sejak AS membuat kapal selam berperiskop 100 tahun silam, teknologi kapal V-Class menjadi terobosan pertama. V-Class bisa memindai dan memetakan dasar laut, daratan dan obyek dalam radius puluhan kilometer dengan teknologi sonarnya. Untuk menjangkau sasaran di daratan, V-Class akan membawa 150 rudal Tomahawk dan rudal balistik.

Blueprint Dari Virginia Class


Hidungnya yang berbentuk kubah dan membuatnya mampu memecah gelombang sonar kapal musuh sehingga keberadaannya sulit dideteksi adalah keunikan dari V-Class. Karena menggunakan teknologi ini maka V-Class dijuluki “kapal siluman”. V-Class juga dilengkapi kapal selam mini (mini submarine) serta ruang kedap udara untuk keluar masuk awak kapal. Hal ini untuk misi intelejen.

Untuk lebih jelasnya, mari kita sedikit membedah tentang isi perut dalam kapal selam militer yg digadang - gadang sebagai kapal selam militer tercanggih saat ini :

Bagian Depan





Ruang Istirahat



Punya fasilitas permanen berupa tempat tidur bertingkat bagi 119 orang. Bila Virginia melakukan tugas khusus maka sebanyak 41 tempat tidur tambahan bisa dibuat pada ruang terpedo.



Bagasi



Punya nama lain Lockout Trunk, Virginia bakal menjadi kapal selam pertama yang dilengkapi dengan bagasi built in. Bukan untuk menampung barang bawaan, bagian ini dipakai untuk jalan keluar masuk pasukan khusus (Navy Seal) ke kapal selam. Sebanyak 9 orang pasukan bisa ditampung sekaligus pada ruang bertekanan ini.



Komando Pengendali



Pemakaian teknologi fiber optik membuat desain ruang komando pengendali pada Virginia melenceng dari pakem sebelumnya. Sekarang ruang tersebut bisa ditempatkan pada dek tingkat kedua. Alasannya, kapal selam ini tak lagi memakai periskop konvensional. Revolusi lain yang diaplikasikan adalah soal tata ruang lega, dipenuhi dengan tampilan informasi berlayar lebar kini jadi karakternya. Semua dilakukan untuk memperlancar keputusan yang bakal diambil sang komandan.



Masts




Mungkin lebih gamblang disebut sebagai antena pada kapal selam. Disini spesiesnya beragam tapi yang jelas semua berhubungan dengan perangkat elektronik. Tipe-tipe yang diusung Virginia adalah :
>ESM - Kepanjangan dari Elektronic Support Measures kalau di simak akan terdiri     dari antena GPS dan penerima gelombang radar yang dipancarkan oleh     pesawat, kapal permukaan, dan kapal selam
>Penerima Data - Antena Transmisi data berkemampuan tinggi
>Antena Multifungsi - Penerima gelombang radio dan antena transmisi
>Antena Pengatur Misi - Antena ini terhubung dengan pusat untuk melakukan aksi penugasan misi dalam kapal selam
>Antena Photonics - Terdapat kamera pengintai. Perangkat ini menggantikan periskop    konvensional


Ruangan Terpedo



Ruang terpedo, rudal, maupun ranjau dilontarkan dari empat tabung pengoprasiannya, dilakukan dengan bantuan pompa turbin udara (ATP-Air Turbine Pump) pompa ini memaksa air untuk masuk ke dalam tabung pelontar sesaat sebelum peluncuran. Begitu ada perintah penembakan maka senjata tadi akan melesat meninggalkan kapal selam setelah melalui pintu putar.




Penyerang Darat


Selain tabung terpedo, Virginia juga dilengkapi dengan selusin sistem pelontar vertikal (VLS-Vertikal Launcing System). Dengan tabung pelontar beraliran VLS maka kapal selam ini juga punya kemampuan serang darat.



Lambung


Metal berkualitas nomor satu merupakan bahan dasar lambung Virginia. Tak dijelaskan tipikal metal yang dipakai. Namun yang jelas bahan tadi mesti bisa menahan tekanan hingga kedalaman laut 800 kaki. Selain metal juga ditempeli dengan lapisan semacam karet.



Kubah Hidung


Kubah pada bagian hidung Virginia terbuat dari bahan komposit. Dengan demikian maka gelombang suara bisa menerobos hingga bola sonar



Bola Sonar


Piranti Hydrophone diletakkan pada bola sonar. Punya sisitem kerja pasif, alat ini bisa mendeteksi gelombang suara yang dihasilkan oleh suatu benda dari jarak bermil-mil.



Sonar


Kalau makhluk hidup mempunyai indera keenam, maka ia pantas menyendang predikat luar biasa. Nah, bila disimak, Virginia punya indera pengendus sebanyak tujuh buah indera pengendus, indera pengendus yang biasa disebut sonar ini tersebar di sekujur tubuhnya mulai dari bagian dagu, menara, bagian bawah hingga buntut kapal. Dari sekian banyak perangkat, sonar dibagian dagu yang terhitung jadi barang baru. Dengan alat tadi maka awak Virginia bisa tahu karakter dasar samudera hingga posisi   ranjau laut dengan akurat.

Bagian Tengah




ASDS

Virginia juga dilengkapi dengan wahana bawah air ASDS (Advenced SEAL Delivery System), wahana ini berfungsi untuk menghantarkan pasukan khusus dalam operasi penyusupan pantai.


Ruang Mesin

Terletak berdekatan dengan tangki. Disinilah sebenarnya kelangsungan hidup kapal bergantung, mulai dari sistem propulsi, pembangkitan listrik, sistem hydrolik, kompresor udara, sistem destilasi air laut, hingga pengondisian udara, semuanya jadi satu di ruang mesin.


Ruang Kemudi

Dari namanya saja sudah bisa ditebak tugas yang harus dilakukan awak di ruang ini. Benar, mereka bertugas untuk mengontrol kinerja turbin propulsi. Selain itu masih ada lagi, kinerja generator listrik serta reaktor nuklir adalah tanggung jawab lain dari petugas di ruang kendali.


Kompertemen Reaktor

Sumber pakan bagi propulsi kapal selam terletak pada kompartemen reaktor. Walau tak disebutkan tipe reaktor yang diadopsi, namun dipercaya Virginia mencomot reaktor nuklir paling canggih saat ini.


Bagian Belakang



Tabung Baling-baling (Propulsor Duct)

Ini merupakan salah satu karakter khas Virginia yang paling gampang dikenali dari luar. Mereka menyebutnya dengan nama Propulsor Duct. Bila diartikan kurang lebih sama dengan tabung pelindung baling-baling propulsi kapal selam .


Tanki Ballast/Trim

Tangki yang terletak di bagian depan dan belakang kapal berfungsi untuk menampung air ketika kapal akan menyelam. Sebaliknya agar bisa kembali ke permukaan maka kedua tangki tadi mesti di kosongkan. Selain itu ada pula tangki yang bernama trims tanks, bagian tadi berguna untuk mengatur keseimbangan serta bobot saat menyelam

***
Itulah tadi sedikit gambaran tentang isi perut dari Virginia Class yg merupakan kapal selam militer tercanggih saat ini dan merupakan musuh krusial bagi Typhon yg merupakan kapal selam militer utama AL Rusia. Walaupun AS telah mengeluarkan dana yg tidak sedikit untuk pengembangan kapal selam ini, tapi setidaknya kapal selam ini akan menjadi rujukan untuk pengembangan teknologi dimasa depan karena diusungnya teknologi - teknologi canggih pada kapal selam militer ini.


TYPHOON ( RUSSIA )

Proyek 941 atau Akula, Typhoon dalam penamaan dari NATO adalah jenis kapal selam yang menggunakan tenaga nuklir dan memiliki senjata rudal balistik berhulu ledak nuklir yang digunakan oleh Angkatan Laut Soviet ditahun 1980-an. Typhoon adalah kapal selam kelas terbesar yang pernah dibangun dengan berat 48.000 ton. Typhoon memiliki fasilitas hidup yang layak untuk kru sehingga dapat menyelam hingga 3 bulan tanpa muncul dipermukaan.

Typhoon sedang berada di lautan


Pemberian nama masih belum jelas, meskipun Leonid Brezhnev dalam pidatonya 1974 sering mengklaim nama submarine berhubungan dengan kata "Typhoon" ("Тайфун"). Typhoon didesain agar dapat meluncurkan SLBM (submarine-launched ballistic missile) saat berada di laut es Arktik, untuk menghindari traversal dari kesenjangan GIUK (Greenland, Iceland, dan United Kingdom) untuk tetap aman dari serangan kapal selam  dan anti-kapal selam musuh.
Typhoon merupakan kapal selam paling mengerikan di dunia yang mampu membawa 20 rudal balistik (SS-N-20). Typhoon dapat menembakan semua missile dengan interval waktu 15 detik, 20 rudal itu masing-masing rudalnya membawa 10 hulu ledak nuklir untuk menargetkan 200 kota di Amerika Utara dalam waktu sekitar 35 menit.
Pembuatan desain Typhoon dimulai pada tahun 1973 dan merupakan tandingan kapal selam Trident Amerika yang bisa membawa 24 rudal antarbenua berbahan bakar padat. Perkembangan desain dan ukuran rudal berbahan bakar padat milik soviet sangat mempengaruhi desain Typhoon. Kapal selam Typhoon dintegrasikan oleh dua lambung independen. Bentuk pepat dan desain lain Typhoon membuatnya lebih lincah, lebih aman dan lebih mudah untuk melakukan perbaikan dan upgrade.

Tyhpoon didekat pantai Severodvinsk

Typhoon memiliki dua reaktor berdaya 100.000 hp PWR dan terletak dilambung kanan dan kiri kapal selam. Instalasi nuklir dilengkapi dengan sistem baterai-bebas pendinginan. Kontrol batang reaktor secara otomatis turun bila dalam keadaan darurat bahkan jika kapal selam terbalik.


Kapal selam Typhoon pertama kali beroperasi pada tahun 1981 dan yang terakhir (keenam) pada tahun 1989. kapal selam Akula ketujuh tidak pernah selesai karena berakhirnya Perang Dingin. Typhoon dianggap sebagai kapal selam Rusia "Kelas 3". Semua Typhoon ditempatkan di dasar Nerpichya, Zapadnaya Litsa fjord di Semenanjung Kola dan ditugaskan untuk Armada Utara.

Pada tahun 1992, salah satu kapal selam Typhoon rusak berat selama uji menembakkan rudal dan akhirnya diperbaiki dan dioperasikan lagi. Sebagai tindak lanjutnya, semua Typhoon di udgrade dengan rudal SS-N-24/26 .


Typhoon tampak belakang, terlihat 2 baling - balingnya


Pada tahun 1997, 3 Typhoon (TK12, TK13 dan TK202) dinonaktifkan dan dimasukkan ke dalam cadangan. Dua Typhoon yang terakhir dibangun (TK17 dan TK20) diduga tetap aktif, tetapi belum melakukan misi apapun untuk tiga tahun terakhir. Typhoon yang pertama dibangun (TK208) sedang diperbaikan di Severodvinsk sejak tahun 1990 dan baru melakukan test uji coba. Beberapa pihak bersepekulasi TK208 sebenarnya upgrade menjadi "Kelas 4" yang dalam tahap pengembangan.

Pejabat Angkatan Laut mengklaim untuk memperpanjang waktu operasional Typhoon sampai 2005-2007. Namun, pada Juli 1999, TK202 dibawa ke galangan kapal Sevmash untuk dihancurkan, pekerjaan yang telah dibiayai oleh Program Pengurangan Ancaman Amerika. Tapi berita penghancuran ini masih simpang siur. Pada tahun 2008, National Geographic akhirnya merilis sebuah film dokumenter tentang penghancuran salah satu Typhoon dalam seri "Break It Down". Typhoon TK-13 di hancurkan pada 2007-2009.


Typhoon sedang meluncurkan rudal balistik


Pada akhir Desember 2008, seorang perwira senior Angkatan Laut mengumumkan bahwa dua kapal selam kelas Typhoon, TK-17 dan TK-20, yang dalam cadangan tidak akan dipersenjatai kembali dengan sistem rudal Bulava SLBM baru. Namun mereka akan dimodifikasi untuk membawa rudal jelajah penebar ranjau, atau dapat digunakan dalam operasi khusus.

Pada akhir Juni 2009, Komandan Angkatan Laut, Laksamana Vladimir Vysotsky mengatakan kepada wartawan bahwa dua kapal selam akan dipertahankan untuk perbaikan dimasa depan dan modernisasi.  pada bulan Mei 2010, Komandan Angkatan Laut melaporkan bahwa Typhoon akan tetap aktif sampai 2019. Typhoon dijadwalkan akan digantikan oleh kelas Borei dimulai pada tahun 2010-11.


PABRIK KAPAL SELAM NUKLIR INGGRIS


BAE Systems Submarine Solusi adalah anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh BAE Systems, berbasis di Barrow-in-Furness, Cumbria, dan bertanggung jawab untuk pengembangan dan produksi kapal selam.Pabrik Ini mengoperasikan salah satu Kapal yang hanya ada sedikit di dunia yang mampu membangun kapal selam nuklir, yang dahulu telah menciptakan kapal selam Angkatan Laut Royal bertenaga nuklir sejak komisioning HMS Dreadnaught pada tahun 1963 . Galangan kapal Barrow-in-Furness juga telah membangun kapal selam sejak Belanda pertama kali dengan Royal Navy pada tahun 1903.Perusahaan ini sedang membangun kapal selam kelas Astute, generasi baru serangan kapal selam nuklir (SSN) untuk Royal Navy, yang pertama diluncurkan pada tanggal 8 Juni 2007

BAE Systems














































Post a Comment

0 Comments