Situs Berita Seputar Dunia Militer,Industri Pertahanan,Teknologi dan Dirgantara

KUNJUNGAN KERJA SBY KE JATIM,SAKSIKAN ALUTSISTA BARU

Published on: Tuesday, 11 March 2014 // ,
Surabaya - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono akan kembali melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Timur mulai Selasa, 11 Maret 2014, hingga Kamis, 13 Maret 2014.

"Benar, Presiden akan melakukan kunjungan kerja di Jawa Timur," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat, Media, dan Dokumentasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur Anom Surahno, Senin, 10 Maret 2014.

Dalam kunjungannya kali ini, SBY akan menyaksikan alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru. Hal ini sesuai dengan amanat SBY dalam acara Hari Ulang Tahun TNI ke-68 pada 5 Oktober 2013. Saat itu, SBY mengatakan pemerintah pusat akan mengganti dan menambah alutsista di semua matra dan lini. Hal ini untuk mencapai tahapan kekuatan esensial minimum.

SBY dijadwalkan berangkat dari Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Surabaya, Selasa siang. Tiba di Surabaya, SBY didampingi Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan rombongan menuju Markas Komando Armada Kawasan Timur TNI AL. Mereka akan menyaksikan penyerahan secara simbolis miniatur pesawat CN 235-220 N-61 MPA oleh Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso kepada Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan Laksamana Muda TNI Rachmad Lubis.

Penyerahan miniatur diikuti dengan penandatanganan naskah serah-terima pesawat CN 235-220 N-61 MPA. Pesawat terbaru TNI AL ini sanggup melihat sasaran jarak jauh. Kekuatan pandangan jauh tersebut terletak pada forward looking infra red (FLIR) dan search radar yang diletakkan di bawah badan pesawat. 

Adanya search radar dan FLIR dengan teknologi maju ini membantu TNI AL mendeteksi kapal nelayan dari ketinggian 13.000 kaki, sehingga dapat menindak aktivitas pencurian ikan oleh kapal asing. Pesawat ini juga dapat melakukan pemantauan terhadap kapal imigran gelap yang banyak memasuki area pantai selatan Pulau Jawa.

Selanjutnya, bersama dengan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI Jenderal Moeldoko, KSAL Laksamana TNI Marsetyo, dan Panglima Komando Armatim Laksamana Muda TNI Agung Pramono, Presiden SBY akan meninjau Dermaga Madura. Di sana akan digelar alutsista TNI AL.

Dalam acara ini akan diadakan demo berupa penyebaran ranjau dari pesawat udara, penembakan RBO dari kapal, demo pembebasan sandera dengan menggunakan sea rider, dan peperangan kapal selam dengan helikopter. Hal ini dilanjutkan dengan aksi sepuluh penerjun yang  mendarat di geladak kapal. Rangkaian demo ini akan diakhiri dengan sailing pass kapal TNI AL dan flying pass helikopter Angkatan Laut.

Setelah menyaksikan demo alutsista, SBY selaku Ketua Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) akan membuka rapat KKIP di Gedung Candrasa, Surabaya. Rapat itu akan dihadiri sekitar 80 orang anggota KKIP dan pejabat terkait, termasuk Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.


SBY juga diagendakan mengunjungi Wisata Bahari Lamongan, Kabupaten Lamongan, dan Kelola Mina Laut di Kabupaten Gresik. Rangkaian kunjungan kerja akan diakhiri dengan kunjungan ke pelabuhan pendaratan ikan Kecamatan Bulu, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Di sini, SBY beserta rombongan akan melakukan peninjauan. Setelah meninjau pelabuhan pendaratan ikan, SBY akan bertolak menuju Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah.

DENGAN MEMILIKI MBT ALUTSISTA TNI MENJADI PERINGKAT KE 4 DI ASEAN

Published on: Sunday, 2 March 2014 // ,

Perang darat tetap merupakan bagian terpenting pada konflik bersenjata. Perang darat moderen utamanya melibatkan pertempuran lapis baja. Pertempuran lapis baja mengandalkan alutsista lapis baja, khususnya tank. Diantara alutsista lapis baja, yang paling utama adalah Main Battle Tank





Latar Belakang: Alutsista Lapis Baja

Terdapat 3 kategori tank: Main Battle Tank (MBT) atau Tank Tempur Utama (TTU), Medium Tank atau Tank Medium, dan Light Tank atau Tank Ringan.




Per definisi saat ini, tank adalah kendaraan tempur lapis baja dengan roda berantai, bobot 8 - 65 ton, kanon utama 70 - 150 mm diatas turet yang dapat berputar 360 derajat, operator 3 - 4 orang yang terlindung, dengan kemampuan kendaraan melewati rintangan, mobilitas tinggi, dan dapat menembak sasaran sambil bergerak.

MBT sendiri merupakan senjata utama diantara arsenal angkatan darat. Pada setiap perang sejak PDI, perebutan teritorial ditentukan oleh keunggulan tank (dalam pengertian luas, termasuk kualitas dan kuantitas). Dan MBT adalah tank tempur yang menjadi andalan utama.

Selama ini Indonesia belum pernah memiliki MBT, bahkan tidak memiliki tank medium, hanya tank ringan. Ketiadaan MBT ini adalah suatu pilihan strategis masa lalu. Selain pertimbangan biaya, berdasarkan sejarah, pada generasi pertama, hanya tank ringan yang efektif diproyeksikan ke kepulauan Nusantara. MBT generasi kedua umumnya dapat dihancurkan menggunakan RPG atau senjata kaliber besar, sehingga fungsinya kurang strategis. Di wilayah ini MBT moderen baru hadir pasca pembelian MBT oleh Malaysia tahun 2004, yang diikuti oleh Singapura tahun 2009.

Minimnya aset anti tank TNI pada masa lalu juga disebabkan karena TNI menggunakan metode unik dimana mortir dapat difungsikan sebagai senjata tembakan langsung, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai senjata anti tank ringan, sementara menyederhanakan logistik tempur. Hal ini sangat efektif untuk operasi perang gerilya melawan musuh yang menggunakan tank ringan.

Berbeda dengan MBT generasi kedua, MBT moderen yang sering disebut sebagai generasi ketiga sangat sulit dihancurkan. MBT generasi ketiga hanya dapat dihancurkan oleh:

1. tembakan kanon 120mm dengan peluru anti tank modern, atau

2. dengan rudal anti tank moderen, atau

3. ranjau anti tank atau IED moderen, atau

4. serangan udara (rudal dari pesawat atau helikopter)

Hingga tahun 2012, TNI tidak memiliki arsenal tersebut diatas, sehingga pada dasarnya kemampuan tempur TNI tahun 2004 sampai dengan tahun 2012 teramat sangat rendah dibandingkan negara-negara tetangga. Artileri TNI umumnya dibawah 100mm, rudal anti tank hanya LAV dan RPG generasi lama, kemampuan ranjau IED tidak dikembangkan, dan kekuatan udara sangat lemah, tanpa rudal yang mampu menembus MBT generasi ketiga Malaysia dan Singapura. Pada saat ini pun (2013) kemampuan TNI masih sangat terbatas, karena berbagai persenjataan counter MBT masih dalam proses pengadaan, seperti Javelin dan howitzer 155mm CAESAR. Butuh waktu untuk pelatihan, distribusi, disamping pengadaan peluru yang sesuai untuk menangkal MBT.

Rencana Pengadaan

Kebutuhan MBT TNI awalnya diciptakan oleh AD Belanda, yang bermaksud mengurangi kekuatan tank-nya dengan menjual 100 MBT Leopard 2A4. Ini merupakan salah satu kebiasaan buruk akuisisi alutsista TNI dan Dephan yang tidak di bangun dengan rencana akuisisi melainkan lebih bersifat oportunistik.

Kendala eksternal terjadi saat pemerintah Belanda yang semula menawarkan tank bekas-nya, ternyata mendapat halangan dari parlemen-nya untuk menjual ke Indonesia. Per 2012, parlemen Belanda masih di dominasi oleh orang-orang yang anti Indonesia, dan juga beberapa partai jahat anti Islam yang sangat membenci Indonesia.

Kendala eksternal ini terpecahkan dengan datangnya tawaran dari perusahaan Jerman Rheinmetal, selaku bagian dari konsorsium produsen MBT Leopard, untuk menjual ke Indonesia. Rheinmetal adalah perusahaan senjata yang sangat terkemuka. Hampir 100% kanon tank MBT produksi negara-negara NATO adalah produk atau setidaknya didasari atas disain produk kanon smothbore Rheinmetal.

Harga sangat murah karena MBT Leopard 2A4 tersebut pada dasarnya di hibahkan oleh AD Jerman. TNI AD hanya perlu membayar Rheinmetal untuk upgrade dan revitalisasi MBT tersebut. Rheinmetal membuat paket upgrade MBT Leopard meniru perusahaan Jerman IBD yang sebelumnya menjual paket upgrade MBT Leopard ke Singapura.

Parlemen Jerman sendiri sebagaimana biasanya bersikap jauh lebih bersahabat dibandingkan dengan parlemen Belanda.


Kendala internal datang dari parlemen Indonesia sendiri. Alasan utama berasal dari beberapa penganut doktrin lama yang masih berfikiran bahwa MBT kurang sesuai untuk Indonesia. Pemikiran ini cukup berdasar, dengan argumen bahwa MBT Leopard yang ber bobot 60 ton akan sulit dan mahal untuk dioperasikan di Indonesia, dimana kebanyakan jalan dan jembatan memiliki batas kekuatan dibawah itu.

Terlepas dari perdebatan tersebut, setelah kunjungan DPR ke Jerman proyek pengadaan berjalan lancar, dan perdebatan berakhir tanpa argumen resolusi yang sampai pada rakyat.






Daftar Belanjaan

Demikianlah tahun 2012 TNI melakukan pembelian 60 MBT Revolution, dan 40 MBT Leopard 2A4. Pembelian juga disertai beberapa tank pendukung, serta 50 Marder IFV (Infantri Fighting Vehicle). Konon kabarnya harga sangat miring: US $ 280 juta.

MBT Leopard 2 antara lain ditempatkan di YonKav 8/Tank Div Inf 2 Kostrad, Beji, Pasuruan. Batalion kavaleri ini dulu bermarkas di Bandung kemudian mengalami kekurangan kendaraan. Sebelumnya Yonkav 8 mengendarai tank ringan Scorpion dan Stormer.


Mari kita tinjau daftar belanjaan TNI AD lain yang terkait:

- ASTROS II MLRS: artileri peluncur multi rudal.

- CAESAR: artileri howitzer 155mm diatas mobil (self propelled).

- Grom, Starstreak, Kobra 5 SHORAD, TD-2000B: senjata anti pesawat.

- Javelin: rudal panggul anti tank generasi ketiga

Leopard 2A4

Jerman adalah salah satu negara produsen tank terbaik di dunia, selain AS dan Rusia. Keunggulan tank Jerman sudah sejak Perang Dunia. Salah satu disainer tank Jerman adalah Porsche. Pasca PDII, dilakukan kerjasama disain tank antara Jerman Barat, Prancis, dan Itali yang juga diikuti oleh Porsche dan Rheinmetall. Prancis kemudian mengembangkan AMX-30, sementara Jerman Barat memilih disain Porsche, yang kemudian di produksi menjadi MBT Leopard 1, yang di produksi oleh Krauss-Maffei Wegmann GmbH & Co. Prototipe Leopard 2AV dan XM1 sempat disandingkan untuk kerjasama pembuatan tank generasi ketiga AS dan Jerman, namun kerjasama dibatalkan. AS memilih XM1 dan membangun M1 Abrams, sedangkan Jerman melanjutkan Leopard 2AV menjadi Leopard 2. Tank Leopard 2 kemudian dikembangkan menjadi versi terkini Leopard 2A7, yang dipercaya oleh banyak pihak sebagai MBT terbaik di dunia saat ini.

Sekalipun berbeda disain, namun hampir seluruh tank generasi ketiga NATO berdasarkan disain kanon Rheinmetal 120mm (L44 / L55). Sementara tank generasi ketiga Pakta Warsawa umumnya berdasarkan disain 2A46 (D-81T) 125mm.

Leopard 2A4 diproduksi hingga tahun 1992 untuk menghadapi ancaman Uni Soviet. Dalam doktrin perang dingin NATO, Leopard 2A4 di-disain untuk menghadapi T-72 dan T-80 dalam jumlah lebih besar, dan kaliber kanon lebih besar (125mm). Dengan demikian Leopard 2A4 secara kualitas dirancang lebih baik.

Leopard 2A4 sendiri sudah mulai di pensiunkan dari angkatan darat Jerman dan dari berbagai negara Eropa. Sebagai andalan sejak 1998 digunakan Leopard 2A5 dan 2A6 yang lebih canggih, dan efisien.

Leopard 2A4 bekas kemudian dijual murah ke berbagai negara dengan upgrade dan moderenisasi yang sering disebut sebagai MBT Leopard 2A4 Evolution. Tahun 2007, Singapura Armed Forces (SAF) membeli Leopard 2A4 Evolution ini dari perusahaan Jerman IBD. Versi Leopard 2A4 untuk Singapura kemudian disebut sebagai Leopard 2SG.

Rheinmetal adalah salah satu perusahaan yang menyediakan jasa peremajaan tank Leopard 2A4. Rheinmetal dikenal sebagai salah satu produsen senjata terkemuka di dunia. Khususnya bagian turret dan meriam dari Leopard umumnya di produksi oleh Rheinmetal. Leopard 2A4 dipersenjatai dengan kanon Rheinmetal L44 120mm. Terinspirasi oleh paket peremajaan IBD: Leopard 2A4 Evolution, maka Rheinmetal membuat program peremajaan sendiri: Leopard 2 Revolution yang dibeli oleh TNI AD.

MBT Revolution

TNI membeli 40 Leopard 2A4 dan 60 Leopard 2A4 yang telah di moderenisasi Rheinmetal dan disebut sebagai MBT Revolution.

Jika dibandingkan, Leopard 2A4 bentuknya terlihat sangat kecil, karena MBT Revolution menggunakan tambahan lapis baja AMAP-ADS. MBT Revolution seharusnya akan terlihat lebih gagah dibandingkan Leopard 2A4. Sesuai untuk parade 5 Oktober.

Advanced Modular Armor Protection (AMAP) adalah konsep perlindungan tambahan yang modular. Leopard 2A4 tanpa AMAP akan rusak jika terkena tembakan. Dengan armor modular, Leopard Revolution hanya perlu mengganti modul armor yang terkena. Dengan demikian tank dapat dengan cepat beroperasi kembali. Terdapat berbagai modul AMAP yang dapat ditambahkan untuk melindungi MBT.

AMAP-ADS adalah AMAP dengan tambahan Active Defense System (ADS), atau sistem pertahanan aktif. Berbeda dengan perlindungan lapis baja yang bersifat pasif, ADS terdiri atas sistem sensor di sekeliling tank yang dalam fraksi mikro detik mengaktifkan mekanisme pertahanan yang akan menabrak rudal yang datang sehingga rudal musuh tersebut meledak sebelum mengenai tank. Dengan teknologi ini, peluang MBT Revolution lebih besar untuk bertahan dari tembakan anti tank.

Salah satu kelemahan utama MBT Leopard di Indonesia adalah karena Leopard awalnya di disain untuk perang tank besar di tanah yang datar. MBT di perkotaan atau di daerah tropis dimana banyak pepohonan dan semak, sangat rentan terhadap serangan gerilya. Infantri diperkirakan tidak akan dapat menghancurkan MBT dengan satu kali tembak, tetapi gerilya dengan senjata anti tank yang baik dan pengetahuan tentang komposisi lapis baja akan dapat menghentikan atau bahkan menghancurkan tank jika operator tank tidak dapat melihat posisi gerilyawan tersebut dengan cepat.

Disini Rheinmetal memberikan upgrade andalan kepada MBT Revolution, berupa kemampuan melihat 360 derajat sekalipun dalam keadaan gelap, sehingga operator tank dapat dengan mudah melihat posisi infantri lawan. Melengkapi keunggulan situation awareness tersebut, MBT Revolution ditambahi dengan senjata mesin berpenggerak yang dapat dikendalikan dari dalam tank, sehingga operator tank tidak perlu keluar dari tank untuk menembak senjata mesin.

Masih banyak lagi kelebihan paket MBT Revolution dibandingkan MBT Leopard 2A4. Sayangnya, seperti biasa, sehubungan keterbatasan dana belum tentu seluruh fitur upgrade modular MBT Revolution dibeli TNI AD. Tetapi tentu saja fitur yang kurang dapat ditambahi sesuai kebutuhan dan kemampuan dana.


Kondisi Alutsista Regional 2012 (sebelum akuisisi MBT)

Alutsista di negara-negara ASEAN termasuk yang sangat tertinggal di dunia. Umumnya merupakan persenjataan peninggalan zaman perang dunia kedua dan zaman perang Vietnam. Sangat jauh tertinggal dibandingkan Australia, India, Jepang, Korea Selatan, atau bahkan Pakistan yang dulu pernah mendapat pinjaman pesawat tempur dari Indonesia.

Alutsista TNI termasuk yang sangat tertinggal di ASEAN. Berdasarkan kepemilikan alutsista, per 2012, TNI AD menempati urutan ke 7 dari 10 negara ASEAN, dimana alutsista TNI AD (sekalipun ditambah Marinir TNI AL), berada dibawah AD Kamboja dengan kebanyakan alutsista peninggalan Vietnam. Kamboja memiliki ratusan tank ringan (PT-76 dan Type 62) dan kendaraan tempur infantri (BTR-50, BTR-60, BMP-1), sementara TNI AD hanya sanggup meremajakan puluhan tank ringan AMX-13 tua. Tidak memiliki MBT dan tank medium. Hanya Marinir yang memiliki kendaraan tempur infantri modern BMP-3F dalam jumlah terbatas. Kendaraan truk pun tidak memadai bagi kompi-kompi senapan TNI AD. Ditambah kenyataan bahwa TNI AD tidak lagi memiliki ranjau anti personel, dan tidak memiliki bom kluster.

Singapura, memiliki 95 Leopard 2SG (setara dengan MBT Revolution), telah memperbaharui 200 AMX-13-nya menjadi AMX-13 SM1, memproduksi kendaraan tempur infantri Bionix dalam jumlah besar, ditambah 1000 APC M113A2, infantri Singapura dapat dikatakan sepenuhnya lapis baja (mechanized). Singapura tidak meratifikasi konvesi anti ranjau dan bom kluster, sehingga memiliki sejumlah besar ranjau dan bom kluster.

Malaysia memiliki MBT PT-91M dan ratusan kendaraan tempur infantri ACV300. Thailand memiliki MBT T-84 disamping ratusan tank medium dan ratusan tank ringan, serta kendaraan tempur infantri Type-85. Myanmar dengan ratusan T-72, juga dengan ratusan tank medium, tank ringan, dan kendaraan tempur infantri.

AD terkuat di ASEAN adalah Vietnam, dengan ribuan tank dan kendaraan lapis baja, ribuan artileri, bahkan memiliki rudal balistik SS-1 Scud B dengan komponen produksi dalam negeri.

Hal ini menggambarkan betapa mengenaskannya alutsista TNI AD.




Peningkatan Alutsista TNI AD 2015

Kapabilitas militer Malaysia dan Singapura mungkin menjadi faktor pendorong utama TNI membeli MBT Leopard 2A4 tahun 2012, dengan delivery hingga 2014. Menyusul Singapura, Indonesia membeli 60 MBT Revolution, 40 MBT Leopard 2A4, 50 IFV Marder.

TNI juga mengadakan 180 ATGM Javelin dan 150 ATGM NLAW, menyusul Singapura yang mengadakan 1000 ATGM Spike dan 3000 ATGM Matador.




Dengan peningkatan ini, berdasarkan urutan kepemilikan alutsista, per 2015, TNI AD (termasuk Marinir) naik peringkat menjadi urutan ke-4, melampaui alutsista Malaysia, Myanmar, dan Kamboja yang sebelumnya berada diatas. Kamboja dan Myanmar karena keterbatasan dana belum dapat melakukan pengadaan MBT. Malaysia hanya mengadakan 48 MBT PT91M yang secara kualitas dan kuantitas masih berada dibawah Leopard 2A4 Indonesia.

Vietnam, Singapura, dan Thailand masih memiliki peringkat alutsista diatas TNI. Thailand dispekulasikan akan mengadakan 100 T84 Oplot sehingga bisa jadi akan memiliki 200 MBT pada 2015. Vietnam yang sudah memiliki T72 sekitar 100 unit diyakini berencana mengadakan MBT T90 dalam waktu dekat.

Singapura meraih keunggulan peringkat alutsista bukan hanya oleh Leopard 2SG, tetapi karena memiliki kavaleri moderen dengan dukungan sishanud yang sangat handal yang dikembangkan bersama Israel. Disamping itu Singapura memiliki sejumlah besar ATGM moderen: Spike dan Matador yang membuat infantri-nya dapat menghentikan kavaleri moderen lawan. Lebih lengkap lagi, kavaleri Singapura selain dilengkapi dengan sistem radar terintegrasi, termasuk radar anti artileri yang memberikan keunggulan dalam perang artileri, juga memiliki kemampuan perang elektronik yang sangat kapabel dibandingkan dengan kekuatan di kawasan. Belum lagi artileri Singapura dilengkapi oleh bom kluster dan penyebar ranjau anti personel, sementara TNI tidak memilikinya karena DPR sudah meratifikasi perjanjian internasional yang melarang TNI menggunakan bom kluster dan ranjau.

Terlepas dari berbagai kekurangan tersebut, peningkatan peringkat alutsista TNI sangan berarti baik bagi bangsa Indonesia maupun bagi personel TNI. Peningkatan peringkat kepemilikan alutsista ini adalah hal yang sangat positif dari pengadaan MBT Leopard TNI AD.
Dengan tetap perlu mengingat bahwa peringkat kepemilikan alutsista BUKAN peringkat kapabilitas militer. Namun dari peringkat ini dapat tergambar posisi TNI dibandingkan dengan negara-negara ASEAN.

Untuk memberi gambaran lain dari kondisi TNI diluar peringkat alutsista, berikut diberikan gambaran peringkat tentara darat TNI di tahun 2012.




Disini terlihat bahwa alutsista bukanlah segala-galanya. Ada berbagai aspek lain yang menentukan kemampuan tempur tentara nasional. Dari peringkat ini terlihat kelemahan TNI yang sangat mendasar karena:

A. Tidak memiliki kekuatan cadangan.

Komponen cadangan di negara demokrasi hanya dapat dikatakan ada jika diatur dengan baik oleh perundang-undangan. Berbagai permasalahan dalam penyusunan doktrin dan perundang-undangan mengakibatkan Indonesia selama puluhan tahun tidak lagi memiliki komponen cadangan. Artinya jumlah pasukan darat Indonesia terbatas pada jumlah TNI: yaitu ke 12 divisi wilayah (yang sangat tidak efisien untuk perang moderen) dan 4 korps: Kostrad (kekuatan sekitar 30.000), Marinir (kekuatan sekitar 30.000), Kopasus (kekuatan sekitar 10.000) dan Paskhas (kekuatan sekitar 10.000). Efektifitas ke 12 divisi sangat terbatas, sehingga mobilisasi akan sangat lambat dilakukan untuk membentuk kekuatan tempur strategis di tingkat nasional. Akibatnya efektif TNI hanya memiliki sekitar 80.000 pasukan yang siaga dari ke 4 korps tersebut diatas.


B. Kemampuan mobilisasi pasukan sangat terbatas oleh kondisi geografis dan keterbatasan infrastruktur.

Bila dikembalikan dalam konteks Leopard 2A4, mobilisasi kavaleri TNI memiliki banyak keterbatasan akibat infrastruktur nasional yang masih sangat terbatas.

1. Kapal angkut amfibi yang ada saat ini belum mampu mengangkut MBT sekelas Leopard secara efektif. Kapal pengangkut tank untuk Leopard masih tengah diupayakan pengadaannya. Demikian pula pelabuhan yang dapat menampung pendaratan Leopard juga masih sangat terbatas di Indonesia.

2. Keterbatasan angkut dalam pulau disebabkan karena belum adanya jaringan kereta api yang memadai di kepulauan Indonesia. Keberadaan jaringan kereta api adalah faktor kunci pengerahan pasukan moderen yang juga sejalan dengan perkembangan perekonomian daerah.

3. Keterbatasan depo logistik, baik bahan bakar, perbaikan, maupun amunisi. Dalam konteks pemanfaatan MBT secara optimal, akan ditemui berbagai kendala manajemen logistik tersebut.

Hal lain yang menurunkan manfaat dari pengadaan Leopard adalah kurangnya alutsista yang dibutuhkan agar MBT dapat beroperasi secara optimal.

Kekurangan kepemilikan alutsista yang paling menurunkan daya tempur MBT adalah:

1. Kekurangan alutsista pertahanan udara mobil yang dapat mendukung gerakan unit kavaleri moderen. TNI secara khusus belum memiliki kemampuan pertahanan udara yang memadai. TNI AD misalnya hanya memiliki pertahanan udara jarak dekat, sekitar 5 km. TNI AL sendiri baru memiliki Korvet F2000 yang mampu melindungi dari serangan udara dalam jangkauan 25 km. Sistem pertahanan udara TNI AD yang dikembangkan dengan Thales berbasis CM2000 diperkirakan lebih bersifat statis, tidak terkait dengan pembentukan sistem pertahanan udara mobil untuk mendukung kavaleri moderen yang diujung tombaki oleh MBT. Tanpa payung udara jarak jauh dan menengah, unit kavaleri terancam menjadi sasaran tembak yang sangat mahal.

2. Kekurangan dalam perang elektronik membatasi kemampuan komunikasi tempur TNI pada kondisi perang. Pihak penyerang dapat dengan mudah melakukan jamming atas komunikasi tempur sehingga unit-unit militer tidak dapat berperang secara terkoordinasi. Kelemahan sistem komunikasi tempur TNI sudah dirasakan sejak lama, khususnya jika berhadapan dengan negara-negara berkemampuan electronic warfare moderen seperti Singapura, Thailand, apalagi Australia.

3. Terdapat 2 jenis keterbatasan TNI dalam menghadapi perang moderen, pertama adalah keterbatasan oleh ratifikasi perjanjian pembatasan senjata, sehingga TNI memiliki keterbatasan alutsista seperti bom kluster, ranjau, dsb, sementara beberapa negara di kawasan tidak meratifikasi perjanjian tersebut. Keterbatasan kemampuan tempur anti tank dari infantri TNI akibat terbatasnya jumlah senjata anti tank moderen. TNI hanya memiliki Javelin yang cukup efektif menghadapi kavaleri moderen. Dengan keterbatasan persenjataan ini keunggulan jumlah potensial TNI tidak dapat dimanfaatkan secara optimal, sebaliknya, musuh dengan jumlah jauh lebih kecil akan mampu menetralisir kemampuan kavaleri TNI.

Kekurangan yang paling mendasar adalah belum tersusunnya doktrin perang moderen TNI yang solid. Pengadaan didasari atas penentuan daftar belanja dari 3 angkatan yang masing-masing berfikir untuk diri sendiri, tanpa adanya penyatuan konsep Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, atau Angkatan Perang Republik Indonesia yang ditujukan untuk memiliki angkatan perang moderen yang efektif. TNI yang bertempur sebagai 1 angkatan, bukan 3 gerombolan terpisah yang sibuk dengan perimbangan kekuatan, masing-masing dengan kepentingan masing-masing, dan dipenuhi saling tidak percaya.


Lebih jauh lagi, doktrin tempur lapis baja belum dimiliki, sehingga pengadaan MBT menjadi sangat mubazir. Alih-alih membentuk divisi kavaleri moderen, yang diwujudkan justru rencana menyembunyikan MBT sebagai salah satu sasaran tembak utama dari serangan udara musuh. Hal ini tidak membuat MBT memjadi tidak bermanfaat, hanya saja potensi dari pengadaan MBT menjadi tidak tercapai, yaitu untuk membentuk angkatan perang modern.

ALUTSISTA TNI TERKUAT DI ASIA TENGGARA

Published on: Tuesday, 25 February 2014 // ,
KEMAJUAN alutsista sangat berpengaruh terhadap pertahanan negara bahkan bisa berpengaruh terhadap kedudukkan negara dalam diplomasi politik Internasional. Kekuatan pertahanan juga harus terus diperkuat mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan dan sangat luas berpotensi adanya ancaman keamanan nasional.

Contohnya pelanggaran wilayah perbatasan darat, gangguan keamanan di laut dan pelanggaran wilayah yurisdiksi laut, pemanfaatan ruang udara nasional secara ilegal, dan upaya-upaya penguasaan wilayah Indonesia oleh negara lain.

Kekuatan pertahanan Indonesia kini sudah tak bisa lagi dianggap remeh. Bahkan, pemerintah melalui Kementerian Pertahanan berkeyakinan TNI akan memiliki daya kekuatan yang terbesar di antara negara lain di Asia Tenggara mengingat pada tahun 2014 sejumlah alutsista milik tiga matra akan memasuki "masa panen", dimana akan berdatangan ke Indonesia.

Keberhasilan pemerintah dalam pengadaan alat utama sistem pertahanan (alutsista) membuat banyak pihak yakin TNI akan memiliki kekuatan yang cukup memadai, seperti diungkapkan oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.

"Renstra pertama (2010-2014), kekuatan TNI yang terkuat di Asia Tenggara lantaran pengadaan alutsista oleh pemerintah yang melengkapi TNI AL, TNI AU dan TNI AD dengan senjata dan peralatan baru," kata Purnomo beberapa waktu lalu.

Kekuatan TNI Angkatan Udara akan terus meningkat. Bahkan, ada 102 alat utama sistem senjata (alutsista) baru pada rencana strategis pembangunan TNI AU tahun 2010-2014, seperti pesawat tempur F-16, T-50i, Sukhoi, Super Tucano, CN-295, pesawat angkut Hercules, Helikopter Cougar, Grob, KT-1, Boeing 737-500 dan radar.

"Pada tahun 2014 ini, sejumlah pesawat tempur yang telah dipesan akan berdatangan dan semakin memperkuat TNI AU," kata Menhan saat serah terima pesawat tempur T-50i produksi Korea Selatan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (13/2).

Menurut dia, ke-16 unit pesawat tempur ringan bermesin jet T-50i Golden Eagle buatan Korea Selatan itu juga menambah kekuatan Alutsista TNI AU.

Pesawat tempur T-50i yang dibeli Pemerintah Indonesia dengan nilai kontrak sebesar 400 juta dollar Amerika ini akan digunakan sebagai pesawat pengganti Hawk MK-53 yang menjadi bagian dari Skuadron Udara 15, Lanud Iswahyudi Madiun, di bawah Komando Operasi AU-II.

"Pesawat ini akan meningkatkan peran TNI dalam mengemban tugas yang lebih besar dalam menghadapi tantangan yang lebih kompleks dimasa mendatang," kata Purnomo.

Pesawat T-50i adalah pesawat latih supersonik buatan Amerika-Korea Selatan dan dikembangkan oleh Korean Aerospace Industry dengan bantuan Lockheed Martin.

Pesawat ini mampu ditempatkan digaris depan sebagai Light Fighter yang dilengkapi dengan peralatan tempur. (Missile Guided/Unguided, Rocked, Bomb, Canon 20 mm serta radar.

"Dengan kehadiran pesawat T-50i tersebut, maka status pembangunan kekuatan matra udara pada renstra 2010-2014 dalam rangka modernisasi Alutsista yaitu skadron pesawat tempur strategis Sukhoi telah lengkap sebanyak 16 unit," ujarnya.

Selain itu, lanjut Menhan, tahun ini akan datang pesawat tempur F-16 setara Blok 52 buatan Amerika Serikat sebanyak 24 unit. Sampai awal semester II tahun 2014 akan hadir 16 pesawat tempur Super Tucano untuk melengkapi 1 skadron dalam rangka mendukung operasi pengamanan dalam negeri.

Disamping itu, juga akan segera tiba UAV (pesawat terbang tanpa awak) untuk mengisi skadron UAV dalam rangka memperkuat operasi pemantauan perbatasan yang dipusatkan di Lanud Supadio Pontianak.

Menhan juga mengungkapkan, untuk pesawat angkut sedang, secara berurutan telah tiba di Indonesia sebagian besar dari sembilan unit pesawat CN-295 yang merupakan hasil kerja sama produksi antara PT DI dengan Airbus Military dan rencananya akan menjadi satu skadron CN-295, dan 2 unit CN-235 serta 1 unit Casa-212 untuk angkut ringan.

Dalam rangka mendukung kegiatan airlift dan OMSP, telah dilakukan penambahan kekuatan sebanyak sembilan pesawat angkut berat Hercules C-130H yang sudah mulai tiba secara bertahap.

TNI AU juga telah menerima dan mengoperasikan pesawat latih lanjut KT-1B Wong Be buatan Korea Selatan yang digunakan oleh Tim Aerobatik TNI AU, Jupiter sebanyak satu skadron.

Selain itu, peremajaan pesawat-pesawat latih TNI AU telah dilakukan dengan mengganti pesawat latih T-34 C dan AS-202 Bravo yang sudah berusia sekitar 30 tahun dengan pesawat latih generasi baru yaitu Grob G-120 TP buatan Jerman sebanyak 18 unit yang direncananya akan menjadi 24 unit.

Menhan menambahkan, untuk rotary wing, telah ditambah beberapa jenis helikopter yaitu Helly Super Puma NAS-332 sebanyak tiga unit dan Helly Full Combat SAR EC-725 Caugar dari Euro Copter sebanyak enam unit.

Sedangkan untuk pertahanan udara nasional, telah diperkuat dengan pengadaan PSU (Penangkis Serangan Udara) sebanyak tiga batere/6 firing unit buatan Rainmetall Air Defence Switserland untuk satuan-satuan di Korps Paskhas TNI AU tujuh unit radar canggih yang telah dan akan dipasang di beberapa lokasi antara lain Merauke, Saumlaki, Timika dan Morotai.

TNI-AD Khusus TNI Angkatan Darat, selain membeli 114 unit tank Leopard, pemerintah juga mengadakan 28 unit helikopter dan delapan unit Apache tipe AH-64E. Tepatnya sebanyak 30 unit Leopard dan 21 Marder akan tiba sebelum bulan september 2014.

Demikian pula dengan Meriam Caesar, dimana dari 37 unit, yang empat unit di antaranya akan tiba sebelum Oktober 2014. Sementara untuk roket MLRS Astros II akan tiba 13 unit sebelum Oktober 2014. Masih dari TNI-AD, rudal pertahanan udara jenis Starstreak serta Mistral dijadwalkan juga tiba sebelum Oktober 2014, khususnya Mistral akan datang sebanyak 9 unit pada Juni 2014.

Sementara itu untuk matra laut, terdapat Upgrade Kapal perang korvet kelas Fatahillah, Kapal latih pengganti KRI Dewaruci, pengadaan dua unit Kapal Hidro Oceanografi, dan lain lain. Untuk tank amfibi BMP-3F sebanyak 37 unit, yang beberapa diantaranya sedang dalam proses uji terima.

Sementara panser amfibi BTR-4 sebanyak lima unit, yang dua unit di antaranya akan tiba di tanah air pada September 2014.

Target MEF 42 persen Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko menargetkan tahun 2014 ini kekuatan pokok minimum (Minimum Essential Force/MEF) pada rencana strategis I dapat mencapai 40-42 persen.

"MEF pada 2013 telah lampaui target 28,7 persen. Pada 2014 diharapkan mencapai 40-42 persen," kata Panglima TNI usai membuka Rapat Pimpinan (Rapim) TNI 2014 di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (8/1).

Masyarakat Indonesia bisa melihat sendiri bagaimana kekuatan alutsista TNI di 2014 ini, diantaranya adalah sejumlah Alutsista yang akan datang pada tahun ini untuk memperkuat matra darat, laut dan udara.

Kementerian Pertahanan optimistis pencapaian kekuatan pokok minimal dapat dilakukan pada 2019 atau lebih cepat lima tahun dari target yang telah ditentukan pada 2024. Pada awalnya pencapaian MEF ditargetkan selesai dalam tiga kali renstra (2009-2024). Namun, ternyata bisa dicapai dalam dua kali renstra (2009-2019).

Pencapaian MEF yang lebih cepat lima tahun dari yang ditargetkan itu merupakan sebuah terobosan dan keberhasilan berkat besarnya APBN yang digelontorkan ke Kemhan. Anggaran pertahanan pada 2013 mencapai Rp 77 Triliun, namun pada 2014 ini meningkat menjadi Rp83,4 Triliun.

Transformasi TNI AD TNI Angkatan Darat (AD) akan lebih memfokuskan diri untuk melakukan transformasi organisasi pada 2014 ini guna menghadapi rencana strategis II periode 2015-2019.

"Transformasi ini akan disesuaikan dengan perkembangan lingkungan strategis yang mungkin dihadapi Indonesia pada lima hingga sepuluh tahun ke depan.

Hal ini dilakukan agar TNI AD semakin profesional dan mampu menjawab tuntutan dan perkembangan jaman," kata Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Budiman usai membuka Rapat Pimpinan (Rapim) 2014 TNI AD, di Markas Besar TNI AD, Jakarta, Rabu (15/1).

Pertambahan alutsista membuat TNI AD harus segera mendesain ulang organisasi. Jika dulu TNI AD hanya memiliki meriam 105 mm yang jarak ledaknya hanya 12 kilometer, saat ini sudah memiliki meriam 155 mm dengan daya jangkau 42 kilometer.

TNI AD juga sudah memiliki Multilauncher Rocket System (MLRS) dengan daya jangkau hingga 100 kilometer.

"Kita juga punya tank (Leopard) yang kapabilitasnya luar biasa," ujarnya.

Ada pula penangkis serangan udara yang kemungkinan perkenaannya mencapai 96 persen. Semua itu bisa didapat walaupun anggaran belanja pertahanan Indonesia masih kurang dari satu persen GDP. "Bahkan, kita sudah bisa membuat beberapa alutsista sendiri," ucapnya


PO 

ALUTSISTA BARU KONSUMSI BBM TNI MEMBENGKAK

Published on: Thursday, 19 December 2013 // , ,
Kebutuhan akan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk kebutuhan operasi pertahanan dan keamanan yang dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) semakin meningkat. Ini lantaran adanya program pengadaan alat utama sistem pertahanan (alutsista) untuk kebutuhan operasi baik militer maupun non-militer.

Atas hal itu, Pertamina menyatakan siap memenuhi berapapun jumlah BBM yang diperlukan TNI. Hal itu tertuang dalam nota kesepahaman (Master of Understanding/MoU) yang disepakati oleh Pertamina dengan Kementerian Pertahanan.

"Nota kesepahaman ini diharapkan menjadi payung aturan yang sifatnya saling menguatkan dengan tujuan untuk meningkatkan kerjasama khususnya dalam hal penyediaan BBM dan pelumas antara Kemenhan, Pertamina dengan Mabes TNI," ujar Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya penandatangan MoU jual beli BBM dan pelumas di Gedung Kemenhan, Jakarta, Rabu (18/12).

Hanung mengatakan, MoU ini menjadi komitmen bagi Pertamina untuk menyiapkan BBM untuk operasi keamanan TNI. Menurut dia, saat ini Pertamina telah melakukan pendistribusian BBM keekonomian bagi kegiatan rutin maupun kegiatan operasi kepada TNI dan Polri dengan kuantum tidak kurang dari 425 juta liter per tahun dan tingkat pertumbuhan kurang lebih 5 persen setiap tahun.

"Pertamina berkomitmen menyediakan semua kebutuhan TNI di seluruh Indonesia. Kami punya 100 lebih terminal dan 55 DPBU yang mampu memasok seluruh kebutuhan TNI," ungkap Hanung.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengaku TNI merasa keberatan dengan pemberian subsidi BBM dari pemerintah melalui bentuk anggaran. Menurut dia, kuota BBM yang dibutuhkan TNI akan berkurang apabila harga BBM naik.

Hal itu menyebabkan operasional TNI menjadi terhambat. "Oleh karena itu, kita minta subsidi bukan dalam bentuk budget tapi dalam bentuk kuantum," terang dia.

Selanjutnya, Purnomo menyatakan, terjadi kesenjangan yang besar antara masyarakat umum dengan TNI terkait penggunaan subsidi BBM. Menurut dia, subsidi BBM banyak dinikmati oleh masyarakat mampu sementara di sisi lain TNI harus mengalami kekurangan BBM saat menjalankan operasi.

"Ada sebagian subsidi yang tidak jatuh ke masyarakat miskin, di sisi lain TNI kembang kempis untuk menjalankan operasi. Bahkan mereka harus membeli BBM dari kantongnya sendiri," ungkap Purnomo.


Lebih lanjut, Purnomo menyatakan, TNI hanya membutuhkan sekitar 1,2 persen dari total dana APBN yang digunakan untuk subsidi BBM. "Tapi manfaatnya sangat besar bagi negara. Operasi baik di laut, udara, dan darat dapat berjalan dengan maksimal dan bisa mengurangi potensi kerugian negara akibat adanya penyelundupan BBM, ilegal fishing, dan sebagainya," pungkas dia.

WIRANTO BANGGAKAN ALUTSISTA JADUL

Published on: Wednesday, 18 December 2013 // , ,
SURABAYA -- Mantan Panglima TNI, Jendral Purnawirawan Wiranto menghadiri upacara Hari Juang Kartika di Lapangan Komando Daerah Militer V/Brawijaya, Surabaya, Jawa Timur, Ahad (15/12). Kepada para wartawan, Wiranto mengaku ingin menyaksikan secara langsung bagaimana semangat TNI AD dan tentunya perkembangan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista).

" Saya datang kemari karena diundang, selain sebagai mantan tentara, dan menghargai undangan, saya ingin menyaksikan secara langsung, bagaimana semangat dan tentunya alutsista," kata dia.

Wiranto menilai semangat TNI AD masih seperti dulu, tidak kendur. Dan alutsista yang dibeli mahal ternyata dirawat dengan baik. "Kita lihat ada alutsista buatan tahun 1940 sekian masih dirawat," kata Wiranto.

Wiranto berharap TNI AD terus menggali preofesional mereka. Terus mempertahankan keutuhan NKRI guna melanjutkan pembangunan.


Markas Besar TNI AD menggelar upacara Hari Juang Kartika yang jatuh pada Ahad (15/12) di Komando Daerah Militer V/Brawijaya, Surabaya, Jawa Timur. Sejumlah kegiatan akan digelar dalam acara tersebut. Ini termasuk, memamerkan alutsista terbaru yang dimiliki TNI AD.

WAKIL KETUA DPR-RI "ALUTSISTA TNI SUDAH KETINGGALAN ZAMAN"

Published on: Tuesday, 30 July 2013 // , ,
Priyo Budi Santoso
Jakarta - Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso mengatakan, alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dimiliki TNI sudah out of date atau ketinggalan zaman dibanding negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

"Alutsista TNI sudah bisa dikatakan dan dinilai out of date, ketinggalan dibanding dengan negara lain seperti Singapura. Alutsista TNI sudah tak layak digunakan," kata Priyo di Jakarta, Selasa.

Dikatakan Priyo, postur TNI yang ada sekarang ini terlalu gemuk dan perlu perampingan.

"Perlu dirampingkan jumlah tentara seraya memperbaiki alutsista dengan peningkatan teknologi alutsista TNI," kata dia.

Terkait rencana tersebut disampaikan kepada calon Panglima TNI, Jenderal Moeldoko. Ternyata, Moeldoko mempunyai pandangan yang sama, "Saya bicarakan dengan Pak Moeldoko dan dia menyambut baik, Bahkan Pak Moeldoko mempunyai mimpi untuk membangun tentara yang kuat dengan teknologi canggih," kata Priyo.

Soal pencalonan Moeldoko sebagai calon Panglima TNI oleh Presiden SBY, Priyo menilai, pengajuan tersebut sangat tepat.

"Jenderal Moeldoko, tidak pernah mengomentari politik. Dia adalah figur tentara profesional. Dia bukan jenderal yang suka berpolitik. Saya kira, perjalanan Moeldoko di DPR RI akan berjalan mulus dan tak ada hiruk pikuk," ungkap Priyo.

Pimpinan DPR sendiri telah menerima surat dari Presiden SBY yang mengusulkan calon tunggal Panglima TNI menggantikan Laksamana Agus Suhartono tanggal 23 Juli 2013.(*)Jakarta (ANTARA News) - Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso mengatakan, alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dimiliki TNI sudah out of date atau ketinggalan zaman dibanding negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

"Alutsista TNI sudah bisa dikatakan dan dinilai out of date, ketinggalan dibanding dengan negara lain seperti Singapura. Alutsista TNI sudah tak layak digunakan," kata Priyo di Jakarta, Selasa.

Dikatakan Priyo, postur TNI yang ada sekarang ini terlalu gemuk dan perlu perampingan.

"Perlu dirampingkan jumlah tentara seraya memperbaiki alutsista dengan peningkatan teknologi alutsista TNI," kata dia.

Terkait rencana tersebut disampaikan kepada calon Panglima TNI, Jenderal Moeldoko. Ternyata, Moeldoko mempunyai pandangan yang sama, "Saya bicarakan dengan Pak Moeldoko dan dia menyambut baik, Bahkan Pak Moeldoko mempunyai mimpi untuk membangun tentara yang kuat dengan teknologi canggih," kata Priyo.

Soal pencalonan Moeldoko sebagai calon Panglima TNI oleh Presiden SBY, Priyo menilai, pengajuan tersebut sangat tepat.

"Jenderal Moeldoko, tidak pernah mengomentari politik. Dia adalah figur tentara profesional. Dia bukan jenderal yang suka berpolitik. Saya kira, perjalanan Moeldoko di DPR RI akan berjalan mulus dan tak ada hiruk pikuk," ungkap Priyo.

Pimpinan DPR sendiri telah menerima surat dari Presiden SBY yang mengusulkan calon tunggal Panglima TNI menggantikan Laksamana Agus Suhartono tanggal 23 Juli 2013.(*)

MBT DIOPTIMALKAN UNTUK JAGA PERBATASAN

Published on: Sunday, 14 July 2013 // , , ,
Kementerian Pertahanan RI berjanji akan mengoptimalkan penggunaan main battle tank (MBT) yang dibeli dari APBN 2013.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengungkapkan banyak MBT yang bisa diperoleh dari APBN 2013 kali ini.

“Akan ada sekitar 150 MBT yang dapat berfungsi memperkuat ketahanan NKRI termasuk menjaga perbatasan wilayah,” katanya, saat menghadiri penyerahan hibah Helikopter BELL-412 EP, Sabtu (13/7/2013).

Dirinya mengungkapkan hingga saat ini MBT masih dalam proses dan diharapkan bisa hadir lebih cepat untuk membantu para TNI AD bekerja.

Menurutnya, kementerian akan memproyeksikan lebih lanjut akan ditempatkan dimana MBT tersebut.


“Masih belum tau, diperbatasan atau dimana akan dibahas dulu lebih lanjut. Pastinya memaksimalkan ketahanan NKRI,” ujarnya.

TNI AD PERKUAT ALUTSISTA

Published on: Monday, 8 July 2013 // , ,
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Moeldoko (berdiri kedua dari kanan) didampingi Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Dicky Wainal Usman, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dan Bupati Kukar Rita Widyasari meresmikan 1.000 bedah rumah tak layak huni oleh TNI dalam pencanangan Karya Bakti dan Bakti Sosial TNI di Tenggarong, Sabtu (6/7/2013).
TENGGARONG–TNI Angkatan Darat (AD) berencana menambah peralatan tempur untuk memperkuat alat utama sistem senjata (Alutsista), di antaranya Tank Leopard asal Jerman dan meriam penangkis udara Skyshield untuk menambah kekuatan pasukan.
Penambahan itu juga untuk memperkuat peralatan  tempur yang dimiliki TNI AD, untuk menjaga kedaulatan NKRI.

Saat ini, TNI AD telah memiliki alat tempur seperti meriam tempur super canggih, Gun Zur 2322, 3d Multi Beam Search Radar dan Missile Lauchers Porpad serta Tank Anoa 2 yang merupakan tank canggih buatan dalam negeri.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jendral TNI Moeldoko mengatakan beberapa peralatan tempur yang akan didatangkan, seperti Tank Leopard untuk kaveleri. Kemudian marder dan meriam 105/155 untuk Armed yang didatangkan dari Korea dan Prancis.

“TNI AD juga akan mendatangkan penangkis udara dari Prancis maupun Inggris. Pada Oktober nanti, diharapkan sebagian peralatan tempur baru milik TNI AD sudah bisa kami tunjukan kepada masyarakat,” kata Moeldoko seusai Acara Bhakti TNI di halaman kantor Bupati Kukar, Tenggarong, Sabtu (6/7/2013).

Jenderal bintang empat itu berkunjung ke kabupaten terkaya di Indonesia ini, untuk meresmikan program rehabilitasi 1.000 rumah warga tak layak huni di Desa Rempanga, Kecamatan Loa Kulu.
Program bedah rumah tidak layak huni dari Dinas Sosial Kukar ini memang melibatkan personil dari TNI. Sebanyak 350 personil akan memperbaiki rumah tidak layak huni sebanyak 1.000 unit dan tahap berikutnya akan ditambah hingga menjadi 1.500 unit.

Disinggung mengenai penambahan personil TNI di perbatasan Kaltim dan Malaysia, Moeldoko mengatakan belum ada rencana tersebut. “Tidak ada penambahan prajurit,” tukasnya.
Namun, dalam sambutan Hari Bakti dan Bakti TNI AD dihadapan ribuan pelajar Kabupaten Kutai Kartanegara, dia menginginkan ada putra daerah yang bisa menjadi perwira TNI agar bisa menjaga wilayah perbatasan tersebut.

“Kebijakan pimpinan TNI Angkatan Darat saat ini untuk memprioritaskan putra daerah menjadi prajurit TNI AD. Saya ingin kelak kawasan perbatasan di Kaltim ini diamankan putra daerah Kaltim yang terseleksi menjadi prajurit TNI AD, sehingga kawasan perbatasan ini akan semakin kondusif,” ungkapnya.

Acara peringatan Hari Bhakti TNI ini dihadiri Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dan Bupati Kukar Rita Widyasari serta Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Dicky Wainal Usman.
Sejumlah kegiatan operasi dan pengobatan gratis, serta khitanan masal juga digelar di halaman parkir kantor Bupati.

Dalam kesempatan itu, Moeldoko memberi kabar gembira bahwa tahun ini TNI AD juga akan membuka penerimaan Taruna dan Taruni, dimana sekarang TNI AD sudah menerima wanita untuk menjadi Taruni.

“Mulai sekarang, adik-adik pelajar bisa mempersiapkan diri masuk menjadi taruna TNI AD,” ujarnya.
Peringatan Hari Bakti TNI dimeriahkan dengan tarian masal Eroh Begenjoh yang dibawakan ratusan penari dari sejumlah sanggar tari di Tenggarong.


Acara ditutup dengan atraksi terjun payung yang dibawakan 10 personil Kopassus di antaranya 4 orang penerjun wanita ikut ambil bagian. Mereka melompat dari helikopter di ketinggian 6.000 kaki.

SECUIL KISAH ROKET TNI AD

Published on: Thursday, 20 June 2013 // , ,
Sebenarnya, ini adalah kisah lama. Pada tahun medio 2008-2009, Dislitbang TNI AD bekerja sama dengan Pindad dan PT.DI melakukan kerja sama merintis pembuatan roket darat ke darat. Dan pada maret 2009, roket 2 tingkat kaliber 120-150mm itu meluncur mulus dari punggung panser produksi Pindad. Di hari itu, sebanyak 2 prototipe roket meluncur.
Spesifikasi umum roket ini sendiri antara lain, berat total mencapai 80 kilogram dengan diameter tubuh 120 dan 150mm dalam 2 tingkat. Jarak capai horisontal diperkikaran maksimum 21 kilometer dan vertikal sekitar 6 kilometer. Sementara, kecepatannya mencapai 2 hingga 3 kali kecepatan suara.


Sejatinya, jika roket ini sukses, maka akan dilakukan penelitian lebih lanjut dengan kaliber yang makin besar. Bahkan sempat pula direncanakan pembuatan roket hingga kaliber 300mm, dengan platform bergerak. Hanya saja sayangnya semua rencana itu boleh dibilang gagal, untuk alasan yang tidak bisa dibuka untuk umum.

ARC

KODAM ISKANDAR MUDA BUTUH PEREMAJAAN ALUTSISTA

Published on: Thursday, 14 March 2013 // , ,
Banda Aceh : Alat utama sistem persenjataan (alutsista) di jajaran Komando Daerah Militer Iskandar Muda butuh peremajaan karena kondisi yang ada sekarang ini sudah tua.
"Saat ini, banyak alutsista Kodam IM sudah tua dan perlu pembaharuan serta perbaikan," kata Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Zahari Siregar di Banda Aceh, Kamis (14/3).
Pernyata tersebut disampaikan Pangdam usai peusijuek atau tepung tawar alutsista baru yang diterima Kodam Iskandar Muda, yakni empat unit kendaraan tempur panser APS Anoa-2 dan enam unit meriam Howitzer 105 MM beserta truk dan tiga ambulans.
Saat ini, kata dia, Kodam Iskandar Muda memiliki sekitar 21 kendaraan tempur jenis tank. Namun, kondisinya sudah tua, misalnya untuk memanaskan mesin, butuh waktu lama serta kecepatannya juga sudah terbatas.
Pangdam mengatakan, kendati alutsista sudah tua dan masih kekurangan, jajaran Kodam Iskandar Muda selalu siap menjaga setiap jengkal wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Apalagi, kata dia, dengan penambahan alutsista baru tersebut semakin meningkatkan upaya pengamanan wilayah di jajaran Kodam Iskandar Muda di Provinsi Aceh.
"Saya berharap dengan penambahan panser, meriam, maupun truk, dan ambulans ini semakin meningkatkan kinerja pengamanan," ungkap jenderal berbintang dua tersebut.
Menurut Zahari, empat panser Anoa-2 yang baru diterima tersebut menjadi andalan Kodam Iskandar Muda. Panser buatan PT Pindad tersebut dilengkapi senjata 12,7 mm yang dapat berputaran 360 derajat.
"Panser Anoa-2 ini memperkuat persenjataan Batalion Kavaleri 11/Serbu. Sedangkan meriam ini menjadi andalan Batalion Armed 17 Rencong Sakti," ungkap Mayjen Zahari Siregar.

Berita sore
Powered by Blogger.

Feed!

Feed!

Feed!

Feed!

Feed!

Feed!

Teman Anda Menyarankan

  • NEW POST

  • RSS Feed!
    RSS Feed!
    Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!

    Headlines News

    Feed!

    Contact Form

    Name

    Email *

    Message *

    Cara Kerja Kapal Selam klik submerge

    Total Pageviews

    Blog Archive

    Pengikut

    adds

    adds

    Halaman Facebook