Situs Berita Seputar Dunia Militer,Industri Pertahanan,Teknologi dan Dirgantara

ALUTSISTA TNI AKAN MEMILIKI DAYA KEKUATAN YANG TERBESAR DI KAWASAN ASIA TENGGARA

Published on: Monday, 24 February 2014 // , ,
Jakarta  - Sebagai negara berkembang, Pemerintah Indonesia berupaya agar pembangunan di segala lini terus dilakukan, baik itu pembangunan ekonomi, pembangunan daerah tertinggal maupun pembangunan kekuatan pertahanan. Pembangunan kekuatan pertahanan merupakan keharusan karena kekuatan militer suatu negara menunjukan kuatnya pertahanan negara.

Kemajuan alutsista sangat berpengaruh terhadap pertahanan negara bahkan bisa berpengaruh terhadap kedudukkan negara dalam diplomasi politik Internasional. Kekuatan pertahanan juga harus terus diperkuat mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan dan sangat luas berpotensi adanya ancaman keamanan nasional.

Contohnya pelanggaran wilayah perbatasan darat, gangguan keamanan di laut dan pelanggaran wilayah yurisdiksi laut, pemanfaatan ruang udara nasional secara ilegal, dan upaya-upaya penguasaan wilayah Indonesia oleh negara lain.

Kekuatan pertahanan Indonesia kini sudah tak bisa lagi dianggap remeh. Bahkan, pemerintah melalui Kementerian Pertahanan berkeyakinan TNI akan memiliki daya kekuatan yang terbesar di antara negara lain di Asia Tenggara mengingat pada tahun 2014 sejumlah alutsista milik tiga matra akan memasuki masa panen, dimana akan berdatangan ke Indonesia.

Keberhasilan pemerintah dalam pengadaan alat utama sistem pertahanan (alutsista) membuat banyak pihak yakin TNI akan memiliki kekuatan yang cukup memadai, seperti diungkapkan oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.

"Renstra pertama (2010-2014), kekuatan TNI yang terkuat di Asia Tenggara lantaran pengadaan alutsista oleh pemerintah yang melengkapi TNI AL, TNI AU dan TNI AD dengan senjata dan peralatan baru," kata Purnomo beberapa waktu lalu.

Kekuatan TNI Angkatan Udara akan terus meningkat. Bahkan, ada 102 alat utama sistem senjata (alutsista) baru pada rencana strategis pembangunan TNI AU tahun 2010-2014, seperti pesawat tempur F-16, T-50i, Sukhoi, Super Tucano, CN-295, pesawat angkut Hercules, Helikopter Cougar, Grob, KT-1, Boeing 737-500 dan radar.

"Pada tahun 2014 ini, sejumlah pesawat tempur yang telah dipesan akan berdatangan dan semakin memperkuat TNI AU," kata Menhan saat serah terima pesawat tempur T-50i produksi Korea Selatan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (13/2).

Menurut dia, ke-16 unit pesawat tempur ringan bermesin jet T-50i Golden Eagle buatan Korea Selatan itu juga menambah kekuatan Alutsista TNI AU.

Pesawat tempur T-50i yang dibeli Pemerintah Indonesia dengan nilai kontrak sebesar 400 juta Dollar Amerika ini akan digunakan sebagai pesawat pengganti Hawk MK-53 yang menjadi bagian dari Skuadron Udara 15, Lanud Iswahyudi Madiun, di bawah Komando Operasi AU-II.

"Pesawat ini akan meningkatkan peran TNI dalam mengemban tugas yang lebih besar dalam menghadapi tantangan yang lebih kompleks dimasa mendatang," kata Purnomo.

Pesawat T-50i adalah pesawat latih supersonik buatan Amerika-Korea Selatan dan dikembangkan oleh Korean Aerospace Industry dengan bantuan Lockheed Martin.

Pesawat ini mampu ditempatkan digaris depan sebagai Light Fighter yang dilengkapi dengan peralatan tempur. (Missile Guided/Unguided, Rocked, Bomb, Canon 20 mm serta radar.

"Dengan kehadiran pesawat T-50i tersebut, maka status pembangunan kekuatan matra udara pada renstra 2010-2014 dalam rangka modernisasi Alutsista yaitu skadron pesawat tempur strategis Sukhoi telah lengkap sebanyak 16 unit," ujarnya.

Selain itu, lanjut Menhan, tahun ini akan datang pesawat tempur F-16 setara Blok 52 buatan Amerika Serikat sebanyak 24 unit. Sampai awal semester II tahun 2014 akan hadir 16 pesawat tempur Super Tucano untuk melengkapi 1 skadron dalam rangka mendukung operasi pengamanan dalam negeri.

Disamping itu, juga akan segera tiba UAV (pesawat terbang tanpa awak) untuk mengisi skadron UAV dalam rangka memperkuat operasi pemantauan perbatasan yang dipusatkan di Lanud Supadio Pontianak.

Menhan juga mengungkapkan, untuk pesawat angkut sedang, secara berurutan telah tiba di Indonesia sebagian besar dari 9 unit pesawat CN-295 yang merupakan hasil kerjasama produksi antara PT DI dengan Airbus Military dan rencananya akan menjadi 1 skadron CN-295, dan 2 unit CN-235 serta 1 unit Casa-212 untuk angkut ringan.

Dalam rangka mendukung kegiatan airlif dan OMSP, telah dilakukan penambahan kekuatan sebanyak 9 unit pesawat angkut berat Hercules C-130H yang sudah mulai tiba secara bertahap.

TNI AU juga telah menerima dan mengoperasikan pesawat latih lanjut KT-1B Wong Be buatan Korea Selatan yang digunakan oleh Tim Aerobatik TNI AU, Jupiter sebanyak 1 skadron. Selain itu, peremajaan pesawat-pesawat latih TNI AU telah dilakukan dengan mengganti pesawat latih T-34 C dan AS-202 Bravo yang sudah berusia sekitar 30 tahun dengan pesawat latih generasi baru yaitu Grob G-120 TP buatan Jerman sebanyak 18 unit yang direncananya akan menjadi 24 unit.

Menhan menambahkan, untuk rotary wing, telah ditambah beberapa jenis Helikopter yaitu Helly Super Puma NAS-332 sebanyak 3 unit dan Helly Full Combat SAR EC-725 Caugar dari Euro Copter sebanyak 6 unit.

Sedangkan untuk pertahanan udara nasional, telah diperkuat dengan pengadaan PSU (Penangkis Serangan Udara) sebanyak 3 batere/6 firing unit buatan Rainmetall Air Defence Switserland untuk satuan-satuan di Korps Paskhas TNI AU 7 unit radar canggih yang telah dan akan dipasang di beberapa lokasi antara lain Merauke, Saumlaki, Timika dan Morotai.

Khusus TNI Angkatan Darat, selain membeli 114 unit tank leopard, pemerintah juga mengadakan 28 unit helikopter dan delapan unit Apache tipe AH-64E. Tepatnya sebanyak 30 unit Leopard dan 21 Marder akan tiba sebelum bulan september 2014.

Demikian pula dengan Meriam Caesar, dimana dari 37 unit, 4 unit diantaranya akan tiba sebelum Oktober 2014. Sementara untuk roket MLRS Astros II akan tiba 13 unit sebelum Oktober 2014. Masih dari TNI-AD, rudal pertahanan udara jenis Starstreak serta Mistral dijadwalkan juga tiba sebelum Oktober 2014, khususnya Mistral akan datang sebanyak 9 unit pada Juni 2014.

Sementara itu untuk matra laut, terdapat Upgrade Kapal perang korvet kelas Fatahillah, Kapal latih pengganti KRI Dewaruci, pengadaan 2 unit Kapal Hidro Oceanografi, dan lain lain. Untuk tank amfibi BMP-3F sebanyak 37 unit, beberapa diantaranya sedang dalam proses uji terima.

Sementara panser amfibi BTR-4 sebanyak 5 unit, dimana 2 unit diantaranya akan tiba di tanah air pada September 2014.



Target MEF 42 PERSEN

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko menargetkan tahun 2014 ini kekuatan pokok minimum (Minimum Essential Force/MEF) pada rencana strategis I dapat mencapai 40-42 persen.

"MEF pada 2013 telah lampaui target 28,7 persen. Pada 2014 diharapkan mencapai 40-42 persen," kata Panglima TNI usai membuka Rapat Pimpinan (Rapim) TNI 2014 di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (8/1).

Masyarakat Indonesia bisa melihat sendiri bagaimana kekuatan alutsista TNI di 2014 ini, diantaranya adalah sejumlah Alutsista yang akan datang pada tahun ini untuk memperkuat matra darat, laut dan udara.

Kementerian Pertahanan optimistis pencapaian kekuatan pokok minimal dapat dilakukan pada 2019 atau lebih cepat lima tahun dari target yang telah ditentukan pada 2024. Pada awalnya pencapaian MEF ditargetkan selesai dalam tiga kali renstra (2009-2024). Namun, ternyata bisa dicapai dalam dua kali renstra (2009-2019).

Pencapaian MEF yang lebih cepat lima tahun dari yang ditargetkan itu merupakan sebuah terobosan dan keberhasilan berkat besarnya APBN yang digelontorkan ke Kemhan. Anggaran pertahanan pada 2013 mencapai Rp 77 Triliun, namun pada 2014 ini meningkat menjadi Rp83,4 Triliun.



Transformasi TNI AD

TNI Angkatan Darat (AD) akan lebih memfokuskan diri untuk melakukan transformasi organisasi pada 2014 ini guna menghadapi rencana strategis II periode 2015-2019.

"Transformasi ini akan disesuaikan dengan perkembangan lingkungan strategis yang mungkin dihadapi Indonesia pada lima hingga sepuluh tahun ke depan. Hal ini dilakukan agar TNI AD semakin profesional dan mampu menjawab tuntutan dan perkembangan jaman," kata Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Budiman usai membuka Rapat Pimpinan (Rapim) 2014 TNI AD, di Markas Besar TNI AD, Jakarta, Rabu (15/1).

Pertambahan alutsista membuat TNI AD harus segera mendesain ulang organisasi. Jika dulu TNI AD hanya memiliki meriam 105 mm yang jarak ledaknya hanya 12 kilometer, saat ini sudah memiliki meriam 155 mm dengan daya jangkau 42 kilometer.

TNI AD juga sudah memiliki Multilauncher Rocket System (MLRS) dengan daya jangkau hingga 100 kilometer. "Kita juga punya tank (Leopard) yang kapabilitasnya luar biasa," ujarnya.

Ada pula penangkis serangan udara yang kemungkinan perkenaannya mencapai 96 persen. Semua itu bisa didapat walaupun anggaran belanja pertahanan Indonesia masih kurang dari satu persen GDP. "Bahkan, kita sudah bisa membuat beberapa alutsista sendiri," ucapnya.

16 PESPUR T-50i GOLDEN EAGLE PERKUAT TNI AU

Published on: Thursday, 13 February 2014 // ,
JAKARTA – Sebanyak 16 unit pesawat tempur advanced trainer jet lead-in fighter trainer T50i Golden Eagle buatan Korea Selatan akan diserahterimakan dari Kementerian Pertahanan kepada Markas Besar TNI dan Markas Besar Angkatan Udara di Taxi Way Echo Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (13/2/2014).
Dalam seremoni serah terima 16 unit jet tempur yang akan memperkuat Lanud Iswahyudi, Madiun, Jawa Timur, rencananya akan dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah menteri pagi ini.
Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marskal TNI Putu Dunia, menyebutkan, Pesawat T 50i Golden Eagle buatan Korea ini yang nantinya akan dioperasikan di Skadron Udara 15 Wing 3 Lanud Iswahyudi Madiun, menggantikan Pesawat Hawk MK 53 setelah dioperasikan sejak tahun delapan puluhan.
Dirinya menjelaskan, dengan bertambahnya alutsista ini diharapkan mampu melaksanakan tugas lebih optimal dalam mengamankan dan menjaga keutuhan wilayah NKRI.
"Pesawat ini sangat canggih yang dilengkapi dengan sistem avionik  digital, persenjataan dan Radar Warning Reciver (RWR) sehingga mampu mendeteksi keberadaan musuh dari segala arah," kata KSAU, Rabu (13/2/2014)
Lebih lanjut dirinya menjelaskan, 16 pesawat ini dan 8 pesawat dipersiapkan selain sebagai pesawat tempur juga, untuk mencetak dan melatih para penerbang muda sebelum mereka mengawaki pesawat tempur generasi empat sampai empat setengah yang dimiliki TNI AU.

Untuk diketahui, Indonesia adalah operator perdana T-50i Golden Eagle di luar Korea Selatan, setelah pesawat tempur ringan multi-role itu "menang" atas empat rivalnya, yaitu L-159 buatan Ceko, Yakovlev Yak-130 Mitten buatan Rusia, M-346 buatan Aermacchi (Italia), dan Guizhou JL-9 Shanying alias FTC-2000 (Tiongkok).

TAHUN INI TNI RENCANAKAN PEMBELIAN KAPAL SELAM RUSSIA,HELI SERBU APACHE DAN PESPUR

Published on: Monday, 6 January 2014 // , ,
Jakarta: Tentara Nasional Indonesia (TNI) rupanya tengah mempersiapkan perbaharuan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) untuk melindungi wilayah Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, TNI berencana mendatangkan kapal selam dari Rusia, helikopter apache, dan pesawat tempur.

"Akhir Januari tim Mabes TNI dan Kementerian Pertahanan akan berangkat ke Rusia untuk melihat pilihan-pilihan yang kami ambil," kata Panglima TNI Jenderal Moeldoko di Markas Besar (Mabes) TNI Cilangkap, Jakarta Timur (06/01).

Dalam hal ini, TNI mengahadapi dua pilihan. Antara membeli kapal selam baru, atau menerima hibah dari Rusia. "Kalau keuangan negara baik, harapan kami pembelian baru," ucapnya.

Untuk pengamanan udara, Moeldoko menjelaskan, pihaknya berencana mendatangkan helikopter Apache dan pesawat tempur. Dia menceritakan, sebelumnya, tidak mungkin membeli Apache, tapi sekarang pihaknya dapat melakukannya.

"Alhamdulillah sekarang kita bisa rencanakan membelikan dua apache di tahun ini yang akan kami pamerkan pada 5 Oktober," ucapnya.


Soal pesawat tempur, Panglima TNI ini masih mendiskusikan dengan Kementerian Pertahanan mengenai pilihan pesawat yang diambil. "Ada beberapa pilihan, apakah kita ke depan akan ambil Sukhoi 35, apakah produk F16 dari generasi terbaru. Ini baru tahapan diskusi," pungkasnya.

TNI AU AKAN SEMAKIN DIPERKUAT DENGAN TAMBAHAN 24 UNIT F-16

Published on: Sunday, 22 December 2013 // , ,
Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) TNI Angkatan Udara (AU), bakal ditambah "anggota" baru, berupa 24 unit pesawat tempur jenis F-16. Penambahan pesawat tempur tersebut dilakukan bertahap.

Untuk tahap awal, delapan unit jet tempur buatan Amerika Serikat (AS) itu rencananya akan mendarat di Indonesia pada 2014 mendatang.

Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI IB Putu Dunia mengatakan, pengadaan alutsista TNI AU pada 2014 merupakan program lanjutan dari rencana strategi (renstra) yang telah disusun.

"Rencananya, ada tambahan 24 unit pesawat F-16. Tapi yang datang tahun depan diharapkan delapan unit. Ini untuk melengkapi alutsista yang ada," katanya, ditemui usai pelantikan 149 perwira TNI AU lulusan Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Angkatan ke-16 di Lanud Adi Soemarmo, Jumat (20/12).

Dikatakannya, penambahan alutsista untuk TNI AU pada 2014 cukup banyak. Selain F-16, juga ada pengadaan pesawat lain. Salah satunya pesawat jet T-50 yang bakal memperkuat pertahanan udara Indonesia.

"Pesawat T-50 sekarang sudah di Madiun. Diharapkan, Februari tahun depan sudah diserahterimakan," tuturnya.

Selain itu, juga ada pengadaan pesawat jenis Tucano. Sementara untuk pesawat angkut, yang akan datang adalah jenis Hercules dari pengadaan terbaru, serta CN 295.

TNI AU juga mendapat tambahan empat radar untuk memperkuat pemantauan udara. Selain itu. rencananya juga akan dilakukan pengadaan pesawat tanpa awak dan rudal jarak sedang, untuk memperkuat persenjataan TNI AU.

"Penambahan alutsista cukup banyak. Berapa banyak, kami tidak bisa katakan. Pokoknya ada dan cukup signifikan. Sebagian akan datang tahun depan," jelasnya.

PT DI SERAHKAN ALUTSISTA PESANAN TNI AU

Published on: Wednesday, 18 December 2013 // , , , ,
BANDUNG – PT Dirgantara Indonesia menyerahkan alat utama sistem senjata (Alutsista) baru hasil perakitannya berupa tiga unit pesawat CN 295 dan enam helikopter NBell 412 EP kepada Kementerian Pertahanan. Acara serah terima alutsista tersebut diadakan pada Selasa (17/12/2013) di hanggar PT Dirgantara Indonesia di kompleks Pangkalan Udara (Lanud) Husein Sastranegara, Bandung.

Menurut keterangan dari Dinas Penerangan TNI, ketiga unit pesawat CN 295 tersebut merupakan bagian dari rangkaian pembelian sembilan unit pesawat CN 295 yang dilakukan oleh Kementerian Pertahanan pada 2012. Sebelumnya Kementerian Pertahanan telah menerima dua pesawat CN 295 dan telah menyerahkannya kepada TNI AU.

CN 295 adalah pesawat berdimensi panjang 24,50 meter, lebar 8,66 meter dan, panjang sayap mencapai 25,81 meter dengan kemampuan jelajah 400 km/jam dan daya angkut sampai dengan 6000 kilogram. Pesawat-pesawat CN 295 akan digunakan sebagai penunjang misi militer TNI, misi kemanusiaan, serta pengiriman logistik. Sebelum menggunakan pesawat CN 295, TNI menggunakan pesawat Fokker F-27.

Sementara enam helikopter Bell 412 EP dioperasikan oleh TNI AD. Helikopter ini merupakan helikopter bermesin Twin Turbine Pratt & Whitney PT6T-3D Twin-Pac Engines yang mampu terbang mencapai ketinggian 5000 kaki dengan kecepatan 240 km/jam selama 3,7 jam. Helikopter ini memiliki daya angkut 15 crew. Satu helikopter Bell 412 EP juga diserahkan kepada Kepolisian Republik Indonesia dan dua unit Helikopter AS365 N3-Dauphin kepada Badan SAR Nasional (Basarnas)


Berita acara serah terima tersebut ditandatangani oleh Direktur utama PT Dirgantara Indonesia, Budi Santoso dan Kepala Badan Sarana Pertahanan (Baranahan) Kementerian Pertahanan, Laksmana Muda TNI Ir. Rahmat Lubis. Acara tersebut juga dihadiri oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, Kabasarnas Letjen TNI (Mar) Alfan Baharuddin, dan Kapolri Jenderal Polisi Sutarman.

KEKUATAN ALUTSISTA TNI TERMASUK LEOPARD AKAN DIKONSENTRASIKAN DI BERAU KALTIM

Published on: Saturday, 13 July 2013 // ,
BANDUNG, suaramerdeka.com - Wilayah Berau, Kaltim yang mempunyai letak strategis diproyeksikan menjadi pusat penempatan kekuatan alat utama sistem senjata (alutsista) terbaru. Penempatan itu untuk memberikan efek menggetarkan bagi kawasan.

Menurut rencana, alutsista yang memperkuat titik perbatasan dengan Malaysia itu mencakup main battle tank Leopard dan heli tempur kelas berat, Apache yang masih dalam proses pengadaan. Sarana dan prasarananya tengah disiapkan.

Hal tersebut dikatakan Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Dicky Wainal Usman di sela-sela hibah Helikopter Bell-412 EP dari Pemprov Kaltim ke Kemenhan RI di PT Dirgantara Indonesia Bandung, Sabtu (13/7).

"Ini akan memberikan efek detterent," tandas perwira tinggi bintang dua. Tak hanya itu, dia pun menyebut paduan alutsista itu akan semakin memantapkan penjagaan terhadap patok perbatasan.

Khusus Leopard, keberadaannya sebanyak satu kompi (12 unit) efektif di Berau pada 2014. Sebelumnya, di kawasan tersebut, pihaknya juga memperkuat komposisi alutsista dengan penempatan Tank Scorpion.

Adanya dua tank itu menjadikan paduan selaras di perbatasan. Dijelaskan, Scorpion merupakan tank intai, yang akan bergerak lincah di garis depan. Keberadaannya akan didukung Leopard sebagai pemukul. 

Terkait heli, pihaknya tengah fokus membangun pangkalan skuadron serbu di kawasan tersebut. Saat ini, baru dua heli termasuk Bell-412 EP tersebut dan juga Mi-17 yang menunjang operasi di perbatasan dengan negeri jiran itu.

Selain memasok pasokan logistik di pos-pos perbatasan, heli tersebut digunakan pula untuk pemantauan lokasi patok perbatasan. "Dengan Apache, deteksi patok semakin mantap, menyakinkan patok tetap ada, dan ruang gerak di bawah tidak bisa main-main terkait posisi patok-patok itu," jelasnya.

Apache kemungkinan baru efektif pada 2015. Berapa jumlah unit yang disiapkan di Berau masih dibahas. Yang jelas, dari lokasi tersebut, kawasan yang tercakup selain perbatasan Kalimantan juga menjangkau Sulawesi.

EUROCOPTER,PT DI DAN HELICOPTER TNI

Published on: Friday, 12 July 2013 // , ,
Bulgarian Navy AS 565 MB Panther helicopter (photo:deagel.com)
Kabar gembira muncul dari TNI AL yang konon mempertimbangkan kembali pembelian Helikopter Seasprite yang dikenal bermasalah dan sempat dikeluhkan oleh Angkatan Laut Selandia Baru.

ARC.web.id:
Impian TNI-AL, Puspenerbal khususnya memiliki helikopter khusus anti kapal selam masih terus bergulir. Kabar baiknya, Kementrian Pertahanan telah mendengar dan meluluskan permintaan tersebut. Lebih jauh, ARC mendapat info, Kemhan sudah memberikan spesifikasi helikopter yang dibutuhkan kepada 2 pabrikan besar produsen heli anti kapal selam. Namun dari pihak pabrikan sendiri belum mengajukan penawaran. Kemhan sendiri berharap, kontrak bisa dilaksanakan tahun ini juga, sehingga di tahun 2014 diharapkan sudah ada barangnya.

Berbeda dengan kabar sebelumnya, dipastikan kali ini heli Kaman Super Sea Sprite sudah masuk kotak. Kementrian pertahanan kini melirik heli AKS yang memang terkenal dan mumpuni. Mereka masing-masing adalah AW-159 Wildcat serta AS-565 Panther. Helikopter AW-159 Wildcat merupakan pengembangan paling mutakhir dari heli Lynx. Sementara heli AS-565 Panther merupakan pengembangan dari seri Dauphin  Eurocopter yang sangat laris.

Dari dua alternatif helikopter tersebut, semoga TNI AL memilih Eurocopter AS565 MB Panther.

Helikopter TNI AD
Eurocopter AS 550 Fennec Multirole buatan Perancis

Dalam kesempatan lain, KSAD Jenderal Moeldoko menyatakan TNI AD akan membeli 12 helikopter tempur buatan Eropa. Jika merujuk kepada pesanan sebelumnya, kemungkinan helikopter yang diburu TNI AD adalah Eurocopter AS 550 Fennec.
Eurocopter
Jika TNI AL memilih Eurocopter AS565 MB Panther, maka rangkaian pengadaan helikopter TNI AL, TNI AD  cocok dengan keinginan TNI AL yang mendatangkan Eurocopter EC725 Super Cougar.

PT DI telah menandatangani kontrak pembuatan 6 Euricopter EC725 pada tahun 2011. Menurut Presiden Direktur PT DI Budi Santoso, kontrak pembuatan 6 Eurocopter EC725 akan mengantarkan industri dirgantara Indonesia ke era baru kerjasama dengan Eurocopter, yang mendorong kemampuan teknologi helikopter PT DI ke tingkat yang lebih tinggi. Sebelumnya sejak tahun 2008, PT DI memang telah memiliki kontrak dengan Eurocopter  untuk perakitan EC255 dan perakitan taiil booms dan airframe dari EC725.

Eurocopter EC 725 Super Cougar 

Jika TNI AL mengambil AS 565 Panther, TNI AD AS 550 Fennec dan TNI AU EC725 Cougar yang semuanya berbasis eurocopter, tentu biaya pemeliharaan helikopter semakin murah, karena biaya berkala: suku cadang, rebuild engine dan rotor yang mahal, dapat ditekan. Dengan mengerjakan ketiga jenis helikopter eurocopter tersebut, peluang menghidupkan prototype helicopter serang ringan Gandiwa semakin terbuka dan jelas spesifikasinya. 

(JKGR).

MENIMBANG DUA KUCING LAUT,AW-159 WILDCAT ATAUKAH AS-565 PANTHER ?

Published on: Friday, 5 July 2013 // , ,
Impian TNI-AL, Puspenerbal khususnya memiliki helikopter khusus anti kapal selam masih terus bergulir. Kabar baiknya, Kementrian Pertahanan telah mendengar dan meluluskan permintaan tersebut. Lebih jauh, ARC mendapat info, Kemhan sudah memberikan spesifikasi helikopter yang dibutuhkan kepada 2 pabrikan besar produsen heli anti kapal selam. Namun dari pihak pabrikan sendiri belum mengajukan penawaran. Kemhan sendiri berharap, kontrak bisa dilaksanakan tahun ini juga, sehingga di tahun 2014 diharapkan sudah ada barangnya.

Berbeda dengan kabar sebelumnya, dipastikan kali ini heli Kaman Super Sea Sprite sudah masuk kotak. Kementrian pertahanan kini melirik heli AKS yang memang terkenal dan mumpuni. Mereka masing-masing adalah AW-159 Wildcat serta AS-565 Panther. Entah kebetulan atau tidak, kedua heli ini memiliki nickname berbau kucing.

Helikopter AW-159 Wildcat sendiri merupakan pengembangan paling mutakhir dari heli Lynx. Heli ini digunakan oleh angkatan bersenjata di berbagai negara, dan sudah battle proven sejak perang Malvinas tahun 1982. Secara umum, Heli ini mampu dipersenjatai torpedo, rudal Sea Skua, hingga senapan mesin berat. Bahkan dalam berbagai foto terlihat heli ini menggotong rudal Hellfire. Lynx sendiri sudah menjadi idaman pilot Penerbal sejak tahun 90an. Namun minimnya anggaran serta harganya yang konon sangat mahal, membuat Penerbal terpaksa menunda mimpinya dan harus cukup puas dengan Bo-105 serta Nbell-412.

Sementara heli AS-565 Panther merupakan pengembangan dari seri Dauphin yang sangat laris. Di Indonesia sendiri seri Dauphin sudah digunakan oleh polisi udara. Selain itu eratnya hubungan Eurocopter dengan PT. DI bisa menjadi nilai tambah. Heli Panther sendiri juga sudah battle proven saat perang teluk pertama di tahun 1991. Heli ini biasa terlihat membopong rudal AS-15TT, Torpedo atau roket dan senapan mesin.


Secara umum, spesifikasi kedua heli sebenarnya tidak terpaut jauh. Yang mana akan dipilih, kita tentu berharap, juga turut dipasang mission suite yang cocok dan mumpuni. Sehingga, kemampuan TNI-AL dalam peperangan anti kapal selam semakin meningkat. Oya, ssttt.. kabarnya salah satu peserta mulai bergerak mundur lantaran spesifikasi yang diberikan terlalu menjurus.

ARC

MENHAN AJUKAN TAMBAHAN ANGGARAN UNTUK PEMBELIAN APACHE

Published on: Saturday, 29 June 2013 // , ,
Heli serbu Apache Longbow AH-64D
SEMARANG – Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan Mabes TNI AD telah mengajukan tambahan anggaran khusus senilai Rp6 triliun untuk pembelian sejumlah helikopter serang Apache dari Amerika Serikat beserta persenjataannya.

”Pemerintah Amerika Serikat sudah menyetujui pembelian helikopter Apache. Sekarang sedang proses negosiasi harga,” ungkap di Semarang, Sabtu (29/6/2013).

Sebab harga satu unit helikopter Apache sangat mahal yakni senilai US$40 juta atau sekitar Rp388 miliar. ”Saat ini tim khusus dari Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI AD, sedang melobi pemerintah Amerika Serikat mengenai harga helikopter Apache,” imbuhnya.

Keberadaan skadron Apache itu, kata Menhan, untuk melengkapi kekuatan militer Indonesia dalam menjaga kedaulatan negara.


”Selain TNI AD, TNI Angkatan Laut juga menyiapkan helikopter antikapal selam dan membuat armada perusak kapal rudal,” ujarnya.

Solopos

40 TANK MARDER DARI JERMAN YIBA BULAN JULI MENDATANG

Published on: Wednesday, 26 June 2013 // , ,
Bandung - TNI AD akan segera mendapatkan kendaraan tempur tambahan pada Juli mendatang. Sebanyak 40 Tank Marder asal Jerman itu makin memperkuat TNI AD.

Hal itu disampaikan Komandan Pusat Persenjataan Infanteri (Pussenif) Mayjen M Nasir saat ditemui disela-sela kegiatan Rabinniscab TNI AD 2013 di Lapangan Chandra Dimukha, Pusdikif Pussenif, Jalan Supratman Bandung, Rabu (26/6/2013). Untuk satuan Infanteri, Rabinniscab diisi dengan praktek persenjataan yaitu penggunaan mortir dan SLT Latih.

"Ada 105 komandan yang mengikuti Rabinniscab ini. Sebagai komandan mereka harus tahu apa yang harus dilakukan dan kita membekali pengetahuan supaya prajurit makin terampil," ujar Nasir.

Ia mengatakan, keberhasilan dalam pertempuran salah satunya adalah manuver dan tembakan baik kecepatan maupun ketepatannya. "Materi yang diberikan adalah yang penting dilakukan dalam sebuah operasi," katanya.

Pembekalan teknis seperti itu penting diberikan sebagai persiapan untuk kedatangan alutsista baru. "Bulan depan kita akan kedatangan ranpur baru, yaitu Tank Marder. Ada 40 yang dipesan," ujar Nasir. Nantinya ranpur tersebut akan memperkuat batalyon infanteri yang ada saat ini.


Nasir menyebut, sebelumnya kendaraan tempur paling canggih yang dimiliki Infanteri yaitu Panser 6X6 Anoa yang diproduksi Pindad. Tank Marder merupakan tank lapis baja bersenjata juga bisa angkut personel buatan Rheinmetall, Jerman.

PERUSAHAAN SWASTA NASIONAL BUAT BOM UNTUK F-16 DAN SUKHOI

Published on: Tuesday, 25 June 2013 // , , ,
Jakarta - PT Dahana (Persero) memiliki kemampuan membuat bahan peledak untuk keperluan militer dan sipil. Salah satu produk terbarunya untuk versi militer adalah bom berdaya ledak tinggi untuk pesawat tempur F16 dan Sukhoi yang dimiliki TNI AU.

"Buat bom, untuk pematik. Bomnya P100 untuk Sukhoi dan F16," ucap Public Relations Dahana Juli Jajuli kepada detikFinance di sela pameran Harteknas di Kantor BPPT Thamrin, Jakarta, Senin (24/6/2013).

Menggandeng perusahaan swasta lokal yakni Sari Bahari, BUMN strategis ini siap memasok kebutuhan bom berdaya ledak rendah hingga tinggi. Produksi bom ini, nantinya dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor. "Kalau pesawat Sukhoi kan tergantung Rusia, akhirnya dirancang supaya nggak tergangtung," tambahnya.

Juli menjelaskan, pihaknya juga tengah mengembangkan sebuah peledak untuk kebutuhan roket anti tank. Menurutnya, bahan peledak ini sebelumnya hanya digunakan untuk keperluan pengeboran perusahaan minyak dan gas.


"Sebelumnya diproduksi untuk oil and gas. Nanti akan dikembangkan untuk tank. Ini bisa melubangi tank," tegasnya.

DUA JET TEMPUR SUKHOI MK2 TERBARU TNI AU SUKSES MELAKUKAN TEST FLIGHT

Published on: Tuesday, 5 March 2013 // , ,
MAKASSAR (Pos Kota) – Test Flight  dua  Pesawat Tempur Sukhoi SU-30 MK2  TX-3002  dan TX-3001 yang dilaksanakan Senin (4/3)  dan Selasa  (5/3) oleh Pilot Test Alexander Demchenko dan Pavel dari Rusia berjalan lancar dan sukses,   pesawat tempur canggih  yang  tiba  beberapa  hari yang lalu  di Lanud Sultan Hasanuddin  tersebut  sebelumnya menjalani perakitan selama satu Minggu  di Skadron Teknik  044 oleh Tim Teknisi dari Rusia yang dibantu Teknisi dari Skadron Teknik 044 Lanud Sultan Hasanuddin.

Sebelum pelaksanaan test flight  dua pesawat tempur  Sukhoi SU-MK2 yang diparkir di Shelter Skadron Udara 11 Wing  5 yang dilaksanakan selama dua hari   tersebut diawali dengan  briefing penerbangan dipimpin oleh Kepala Dinas Operasi Lanud Sultan Hasanuddin Letkol Pnb Widyargo Ikoputra, S.E, Pilot Test Flight dari Rusia Mr. Alexander Demchenko, Komandan Skadron Udara 11,  Petugas PLLU dan Meteo Lanud Sultan Hasanuddin serta  Petugas dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Alutsista Indonesia terbaruAlutsista Indonesia terbaru
Test Flight  dua pesawat tempur Sukhoi SU-30 MK2 yang   memperkuat  Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin  dilaksanakan di area udara Makassar dan sekitarnya,   yang disaksikan Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Barhim dan beberapa Pejabat dari Mabes TNI Angkatan Udara, Koopsau II serta Lanud Sultan Hasanuddin.
Alutsista Indonesia terbaruAlutsista Indonesia terbaru

ALUTSISTA YANG MEMILIKI EFEK GENTAR MILIK TNI SUDAH LENGKAP

Published on: Sunday, 3 March 2013 // ,
Jakarta - Menteri Pertahanan (menhan) Purnomo Yusgiantoro mengatakan, alutsista yang mempunyai efek penggentar (deterrence) milik Indonesia sudah lengkap. Apalagi, kesepakatan soal pembelian main battle tank (MBT) Leopard dari Jerman menurutnya sudah final.

"Untuk deterrence saya kira kita sudahlah (lengkap)," kata Menteri Pertahanan Purnomo di komplek kantor presiden, Jakarta, Jumat (1/3).

Selain tank leopard yang berberat 60 ton yang berjumlah lebih seratus unit, Indonesia juga sudah memesan tank medium dibawah leopard dengan berat 30 hingga 40 ton. Selama ini Indonesia hanya punya light tank.

"Sudah (tank disetujui) bagian paket dan kita sudah punya satuan rudal," kata Purnomo lagi.

Pada akhir kabinet diperkirakan sistem penggentar Indonesia sudah lengkap yang mana kebanyakan alustsista tersebut dipasok dari Jerman.

Untuk saat ini, Alutsista penggentar yang dimiliki Indonesia antara lain, pesawat grobb, satuan rudal dengan jangkauan 300 kilometer dan 150 kilometer, helikopter Puma yang bisa digunakan untuk penggunaan keperluan militer dan sipil, jet heavy fighter dan jet light fighter, main battle tank, medium battle tank dan light battle tank.

"Sekarang sedang proses akhir (leopard). Kita kan akan dapatkan cukup banyak dari sana (Jerman). Pokoknya lebih dari seratus dan itu sudah cukup efek penggentarnya," tutupnya.

Berita satu

SUKHOI 30 MK2 PESANAN INDONESIA TIBA DI MAKASAR

Published on: Saturday, 23 February 2013 // ,
Makassar, - Dua pesawat tempur Sukhoi SU-30 MK 2 anyar buatan Rusia tiba di Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin, Makassar, pukul 22.15 Wita, jumat malam (22/2/2013). Kedua pesawat tempur dari 6 pesawat yang dipesan pemerintah Indonesia ini diangkut dalam kondisi belum utuh.

Pesawat-pesawat itu diangkut dengan menggunakan peti khusus, dengan menggunakan pesawat kargo berukuran jumbo, Antonov AH-124-100 dengan kode penerbangan VDA 6132 dengan dipiloti Gorbunov Vladimir beserta 17 crew asal Rusia.
Seluruh komponen Sukhoi tersebut nantinya akan dirakit oleh tim teknisi Sukhoi asal Rusia yang tinggal sementara di Lanud Sultan Hasanuddin.

Kepala Penerangan Lanud Sultan Hasanuddin Mayor Muliadi yang ditemui detikcom di Galaktika Lanud, menyebutkan pesawat Antonov AN-124-100 take-off dari bandara Dzemgi, Rusia, sejak rabu (21/2), pukul 00.30 UTC dengan rute penerbangan Bandara Dzemgi Rusia-Bandara Ninoy Aq Manila-Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar.

"Sesuai dengan kontrak antara pemerintah Indonesia dan pihak Sukhoi, yang memesan 6 unit pesawat jet tempur, untuk ditempatkan di Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin, dua jet tempur Sukhoi tiba malam ini dan pada Juli 2013 mendatang keempat unitnya lagi akan tiba di Lanud Sultan Hasanuddin," ujar Muliadi.

Sukhoi 30 MK2 diturunkan dari Pesawat kargo Antonov AN-124 100 Russia

Muliadi menambahkan, saat ini kekuatan Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin sebagai homebase pesawat tempur SU-27 SKM dan SU-30 MK2 buatan industri pesawat terbang Rusia, KNAPO (Konsomolsk-na Amure Aircraft Production Associattion), berjumlah 10 unit pesawat tempur yang datang secara bertahap sejak tahun 2003 di Lanud Iswahyudi, Madiun dan selanjutnya di Lanud Sultan Hasanuddin sejak tahun 2009 dan 2010.

"Dengan kedatangan dua unit Sukhoi malam ini maka kekuatan Skadron Udara 11 Wing 5 Sultan Hasanuddin saat ini menjadi 12 unit pesawat tempur yang akan menjaga pertahanan udara di Indonesia bagian timur," pungkas Muliadi.


Detiknews

TNI AL AKAN MEMBELI 11 HELICOPTER ANTI KAPAL SELAM

Published on: Friday, 22 February 2013 // , ,
UNTUK  menambah kemampuan dalam operasi tempur laut, TNI Angkatan Laut saat ini sedang melaksanakan proses pengadaan 11 unit helikopter antikapal selam dan lima unit pesawat Patroli Maritim CN-235.

Menurut Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Marsetio, saat ini prosesnya ada di Kementerian Pertahanan RI dan anggarannya sudah dialokasikan.

“Hal ini merupakan cita-cita TNI AL, khususnya jajaran Puspenerbal untuk kembali memiliki armada helikopter antikapal selam. Efek penangkalannya sangat diperlukan oleh Indonesia, seperti peribahasa si vis pacem para bellum,” kata Laksamana TNI Marsetio di Apron Lanudal Juanda, Surabaya, Jumat (22/2/2013)

Kasal menjelaskan saat menjadi inspektur upacara Serah Terima Jabatan Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) dari Laksamana Pertama TNI Sugianto  kepada Laksamana Pertama TNI I Nyoman Nesa.

Masih menurut Kasal, alutsista udara tersebut memiliki tingkat kehandalan yang tinggi, dan realisasinya akan dilaksanakan secara bertahap sesuai yang telah direncanakan. Dengan adanya berbagai upaya modernisasi alutsista Penerbangan Angkatan Laut, melalui upaya penambahan berbagai jenis pesud tentunya akan diikuti dengan pemenuhan kebutuhan fasilitas dan dukungannya, baik pangkalan maupun fasilitas keselamatan penerbangan serta penambahan dan peningkatan Pangkalan Udara.

Selain itu, lanjutnya, pembinaan penerbangan TNI Angkatan Laut harus tetap diimbangi dengan pembinaan kemampuan sumber daya pengawaknya secara teknis maupun taktis, dalam melaksanakan berbagai tugas operasi dan latihan, berdasarkan safety culture dengan metode manajemen resiko (risk management), guna mengurangi incident maupun accident yang dapat terjadi dengan tetap berpedoman pada zero accident.

"Sehingga peranan Komandan Puspenerbal sangat diperlukan dalam melaksanakan pembinaan kekuatan dan kemampuan penerbangan TNI Angkatan Laut,” tegas Kasal Laksamana TNI Marsetio.

Komandan baru Puspenerbal Laksamana Pertama TNI I Nyoman Nesa, sebelumnya menjabat sebagai Komandan Korps Siswa Sekolah Staf dan Komando (Dankorsis Sesko) TNI sejak Juni 2012. Putra Bali kelahiran Denpasar, 11 Desember 1961 ini, merupakan Alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-31 tahun 1986. Sedangkan Laksamana Pertama TNI Sugianto, selanjutnya akan bertugas sebagai Staf Ahli Tk. II Panglima TNI bidang Kesejahteraan Prajurit di Mabes TNI, Jakarta.

Pelita online
Powered by Blogger.

Feed!

Feed!

Feed!

Feed!

Feed!

Feed!

Teman Anda Menyarankan

  • NEW POST

  • RSS Feed!
    RSS Feed!
    Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!

    Headlines News

    Feed!

    Contact Form

    Name

    Email *

    Message *

    Cara Kerja Kapal Selam klik submerge

    Total Pageviews

    Blog Archive

    Pengikut

    Halaman Facebook